Sinopsis Uttaran Senin 6 Juni 2016 – Episode 279

Sinopsis Uttaran Senin 6 Juni 2016 - Episode 279

Takdir justru mempertemukan mereka kembali di sebuah kota/desa tempat dmn mereka akan melakukan ritual melepas abu jenazah (Avinash dan Ichcha)

Damini, Meethi, Tuan Takhur & Kanha tiba di Illahabad. Akash, Sankrant dan Ekadashi juga tiba ditempat yang sama, namun 2 rombongan keluarga ini tidak melihat satu sama lain.

Setelah keluarga Meethi melepaskan abu jenazah Ichcha ke sungai, Meethi minta izin kpd Kanha untuk berada di tempat itu sebentar lagi. Damini, Kanha dan Tuan Takhur lalu pergi, nanti mereka akan kembali untuk menjemputnya.

Meethi duduk sendirian&menangis, “Tolong maafkan aku ibu, walaupun kamu sudah jauh dimata tp kamu akan selalu ada dihatiku. Dlm ingatanku selamanya. Aku akan merindukanmu”.

Meethi kemudian melihat Ekadashi sedang duduk melakukan puja bersama Sankrant, Meethi teringat kata-kata Kajri, ia mengira Ekadashi&Sankrant sedang melakukan ritual melepas abu jenazah Akash.

Meethi berfikir, “Tidak!Ini tidak boleh terjadi!Ini semua salahku!Aku yang bertanggungjawab atas kepergian suamiku!Vishnu, tidak!”.

Tiba-Tiba Meethi melihat sosok Vishnu berdoa dipinggir sungai, sesaat hatinya merasa lega. Meethi berteriak, “Vishnu!”, ia berlari kearah Akash.

Meethi : kamu masih hidup? Aku fikir aku akan kehilanganmu. Aku tidak sanggup untuk hidup jika sesuatu terjadi padamu. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Syukurlah kamu baik-baik saja.

Meethi terlihat sangat bahagia, dia ingin menyentuh wajah Akash, namun tiba-tiba Meethi menurunkan tangannya.

Meethi : Aku lupa kalau aku telah jatuh cinta kpd laki-laki sepertimu!

Meethi berlari meninggalkan Akash, Akash hanya terdiam meneteskan air mata.

Meethi berdiri disuatu tempat, 2 sosok bayangan dari dlm dirinya muncul&berkata, “Katakan padanya apa yang kamu inginkan!Akhiri hubungan palsu ini!Kau harus kuat!”.

Meethi bicara pada dirinya sendiri, “Aku tau aku menjadi lemah ketika melihatnya!Apa yang harus aku lakukan? tetapi dia tidak pantas menerima cintaku!Dia tidak lebih dari seorang pembohong yang sudah mengkhianati cintaku! Dia membenciku & aku juga akan membalasnya dengan kebencian yang sama!”.

Sementara itu di rumah Takhur, Tapasya memandangi foto Ichcha dan bicara dengan Mr. rathore, Divya&nenek buyut.

Tapasya : Rasanya baru kemarin seluruh keluarga kita berkumpul bersama merasakan kebahagiaan. Hari ini aku tidak punya kekuatan untuk berjalan keluar setelah abu jenazah Ichcha dibawa.

Mr. rathore : Nyonya Ichcha masih ada disini. Di setiap detak jantungmu.

Tapasya : Sekarang Meethi adlh tanggungjawab kita. Aku akan menggenggam tangannya&membawanya keluar dari kehidupan yang penuh penderitaan ini. Ibu, aku rasa aku harus mencarikan pria yang pantas untuk Meethi dan menikahkannya lagi.

Nenek : Demi dewa, abu jenazah Ichcha bahkan belum mengalir dengan baik di sungai gangga&skrg kamu sudah bicara masalah pernikahan? Meethi bahkan belum bercerai!

Tapasya : Nenek hidup di jaman apa? Bicara nenek terlalu kolot. Skrg semuanya sudah berbeda, tidak ada yang terlalu terpaku dengan kepercayaan itu. Aku harus menemukan pria yang tepat untuk Meethi agar dia bisa memulai hidup baru.

Nenek : Kalau begitu harusnya kamu juga memulai hidup baru dengan Mr. rathore!Walaupun aku sudah tua tp aku masih memiliki akal!

Meethi : Tuan Akash Chatterjee!Permainan cinta&pengkhianatanmu bermula dari kuil. Apa kamu tidak takut pada dewa? kamu telah menyakiti seluruh anggota keluargaku!Balas dendam ibumu telai usai tetapi aku sudah menangis darah untukmu, setiap saat aku memikirkanmu!Tapi hari ini aku bersumpah aku akan terus membencimu. Bagiku kamu sudah mati!Aku membencimu!

Meethi menangis meninggalkan Akash. Akash berfikir, “Bagaimana cara menjelaskan bahwa aku masih mencintaimu Meethi? Aku akan terus mencintaimu seumur hidupku”.

Sesampainya di rumah, Meethi menandatangani surat cerai mereka dan berkata, “Semuanya sudah berakhir Tuan Akash Chatterjee”.   Baca selanjutnya Sinopsis Uttaran Selasa 7 Juni 2016 – Episode 280

Leave a Reply