Sinopsis Uttaran Selasa 31 Mei 2016 – Episode 270

Sinopsis Uttaran Selasa 31 Mei 2016 - Episode 270

Dalam keadaan bimbang dan berat hati, Akash pun menuruti ibunya untuk membawa Meethi ke hutan dan membunuhnya. Siapa sangka kisah cinta Akash dimulai dari sana..

Ekadashi merasa sangat terancam dengan kedatangan Mr. rathore&Tuan Takhur ke rumahnya, ia akhirnya memutuskan sudah saatnya Akash menghabisi nyawa Meethi dengan tangannya sendiri. Ekadashi pun memanggil Akash ke dlm kamarnya.

Ekadashi : Putraku, darahku mengalir didalam tubuhmu. Kau telah menghapus semua rasa sakitku. Aku sudah membuatmu berada didalam hubungan palsu. Pergilah anakku. Mulai hari ini dan seterusnya, bebaskanlah dirimu dan Meethi dari hubungan palsu ini.

Akash : Aku juga ingin mengatakan kepada ibu tentang hal yang sama. Kita harus membiarkan Meethi pergi. Ibu hanya mengatakan kalau aku harus menikahinya dan membawanya kemari utk membalas dendam.

Akash : Tapi satu2nya orang yang menjadi tujuan balas dendam kita telah meninggal dunia. Sekarang apa gunanya lagi menahan Meethi disini? Kita harus membiarkannya pergi.

Ekadashi : Lihatlah, putraku memahami keinginan ibunya. Kita sama2 ingin membebaskan Meethi. Kita harus mengirimnya pulang. Kau menikahinya utk membalas dendam, tapi musuh kita sudah mati, lalu apa yang bisa kita lakukan dengan Meethi?

Ekadashi : Kita sudah membuatnya sangat menderita. Sekarang akhiri semua penderitaannya. Akhiri kehidupannya. Bebaskan jiwanya. Bawa ia jauh ke dlm hutan dan habisi dia!

Akash terkejut dan meneteskan air mata. Ekadashi kemudian mengambil sebilah pisau dari dlm lemari.

Ekadashi : Ada apa nak? Kenapa kau diam?

Akash : ia hanyalah ‘alat’ bagi kita, orang yang menjadi tujuan kita untuk membalas dendam telah pergi dari dunia ini. Apa yang akan kita dapatkan dengan menghabisi nyawa Meethi? Aku tau Ichcha telah melakukan kesalahan terhadap keluarga kita, tapi apa kesalahan Meethi disini?

Agarth : Apa kau ingin mengkhianati ibumu? Apa kau mulai mencintai gadis itu melebihi ibumu sendiri?

Akash mulai berdebat dengan pamannya, Ekadashi meminta mereka berhenti, ia mulai menangis dan melukai telapak tangannya dengan sebilah pisau, tangan Ekadashi mengeluarkan banyak darah. Akash panik dan menangis melihatnya.

Ekadashi memerintahkan Akash untuk menghabisi nyawa Meethi menggunakan pisau yang baru saja ia gunakan untuk melukai dirinya sendiri. Dengan berat hati, Akash berjanji akan menuruti keinginan ibunya.

Meethi sangat gembira ketika Akash memberitahu kalau ia akan segera bertemu dengan keluarganya, namun rencana yang sangat mendadak ini membuat Kajri curiga.

Sementara itu, Mr. rathore&Tuan Takhur kembali ke Mumbai karena mencemaskan keadaan Tapasya, mereka takut terjadi sesuatu setelah Tapasya mengetahui tentang kematian Ichcha, mereka akhirnya menceritakan kepada Tapasya&Damini kalau Meethi&Akash tak pergi ke Swiss dan mereka belum berhasil menemukan keberadaan Meethi&Akash.

Mr. rathore berjanji kepada Damini bahwa ia akan terus mencari keberadaan Meethi. Kembalinya Mr. rathore&Tuan Takhur dengan tangan kosong ini membuat Veer kecewa dan menangis.

Meethi dan Akash pamit meninggalkan rumah Chatterjee.

Ekadashi : Putraku, kau tak boleh lupa dengan tujuanmu. Pastikan Meethi bertemu dengan ibunya.

Meethi : Paman Agarth, kau bisa melihat masa depan, tolong berkati kami agar bisa menghabiskan sisa hidup kami dengan penuh kebahagiaan.

Agarth : Aku bisa melihat masa depanmu, karena itulah kami mengirimmu pulang. Ini adalah waktu yang tepat untuk bertemu dengan ibumu.

Seluruh keluarga Chatterjee melepas kepergian Meethi dengan senyum kemenangan, hanya Kajri yang mencemaskan kepergian Meethi. Akash&Meethi masuk ke dalam hutan menggunakan mobil Jeep.

Sepanjang perjalanan, kata2 Ekadashi menggema di kepala Akash, “Siapa yang kau inginkan untuk tetap hidup, ibumu atau putri dari Ichcha? “.

Akash kemudian menghentikan mobilnya dipinggir danau dan memberitahu Meethi kalau mobilnya mogok. Akash ingin menghabisi nyawa Meethi disana, tapi sikap manis Meethi membuatnya kembali goyah.

Akash lalu mengajak Meethi berjalan kaki mencari bantuan. Sepanjang perjalanan, bukannya mencari cara untuk menghabisi nyawa Meethi, Akash malah melindunginya, menangkap Meethi saat ia terpeleset di bebatuan, membantu mengeluarkan duri yang menancap di kaki Meethi dan melindungi Meethi dari serangan ular.

Tapasya tiba2 terbangun dari tidurnya memanggil nama Meethi.

Mr. rathore : Apa kau bermimpi buruk?

Tapasya menganggukkan kepalanya.

Tapasya : Aku tdk tau dmn Meethi berada skrg. Kemana Vishnu akan membawanya pergi? Aku selalu bermimpi hal yang sama, Meethi dalam bahaya.

Mr. rathore : Jika kau terus2an memikirkannya siang&malam, tentu saja kau akan bermimpi tentang hal yang sama. Dokter menyarankan agar kau tdk terlalu stress.

Tapasya : Semuanya akan berbeda jika aku mendengarkan kata2 Mukhta sebelumnya.

Mr. rathore : Jangan hidup dalam bayang2 masa lalu, kau tdk boleh depresi. Dokter memintamu utk istirahat.

Tapasya : Ichcha telah melakukan byk kebaikan kpd kita. Kita sangat berhutang budi padanya. ia telah melakukan tanggungjawab seorang ayah dan ibu kepada putri kita. Skrg Meethi sedang dalam bahaya. Aku tau kau sudah berjanji akan menemukannya, tp jika terjadi sesuatu padanya, aku tak sanggup lagi utk hidup.

Tapasya mulai menangis, Mr. rathore lalu memeluknya dan menenangkannya.

Mr. rathore : jangan berkata seperti itu, Meethi akan baik2 saja. Aku berjanji aku akan menemukannya dalam keadaan selamat.

Veer&Tuan Takhur dtg ke kantor polisi utk kembali melacak keberadaan Meethi.

Inspektur : Ponsel keduanya sama2 tak aktif, kita belum bisa melacak keberadaannya.
Veer : Kapan kalian bisa menemukannya? Setelah hidupnya tdk terselamatkan lagi? !

Tuan Takhur berusaha menenangkan Veer.

Sementara itu Meethi melihat Akash mendekatinya dan melemparkan pisau kearahnya, pisau tersebut menancap dipohon dekat Meethi berdiri. Meethi mulai meragukan Akash, ia merasa nyawanya tengah terancam.

Tetapi setelah Akash menunjuk kearah pohon tersebut, Meethi menyadari bahwa Akash berusaha menyelamatkan dirinya dari serangan ular. Meethi berlari kearah Akash&memeluknya.

Meethi : Tolong maafkan aku Vishnu, bagaimana bisa aku mencurigai seseorang yang selalu menjagaku setiap menit dan setiap detik. Kau adalah penyelamatku, mana mungkin kau akan membunuhku.

Meethi mencium wajah Akash dengan mesra.

Mereka kembali berjalan dan menemukan pemukiman penduduk. Penduduk disana adalah kaum gypsi yang hidupnya nomaden (Suku pedalaman yang hidupnya berpindah-pindah tempat).

Seorang wanita berjalan kearah mereka. . Baca Selanjutnya Sinopsis Uttaran Rabu 1 Juni 2016 – Episode 270

Leave a Reply