Sinopsis Uttaran Sabtu 2 Juli 2016 – Episode 332-333

Sinopsis Uttaran Sabtu 2 Juli 2016 - Episode 332-333

Meethi menyalakan kompor tapi gak bisa, ia kemudian menyalakan korek api, api dengan cepat merambat dari meja kompor sampai ke lantai karena bensin yang dipercikan Ambika tadi.

Meethi : Akash!

Api semakin membesar, Meethi berteriak minta tolong sementara Ambika tersenyum licik memperhatikannya dari luar.

Meethi berusaha membuka pintu tapi pintunya terkunci dari atas. Meethi semakin keras minta tolong dan menggedor-menggedor pintu. Karena panik, Meethi jatuh dari kursi rodanya dan gak sadarkan diri.

Ambika tiba-tiba melihat Akash pulang lebih cepat dari biasanya, Ambika takut rencananya ketahuan, ia pun berpura-pura panik dan masuk ke dapur.

Ambika : Kebakaran! Kebakaran!

Akash langsung berlari ke dapur setelah mendengar teriakan Ambika. Akash melompati kobaran api dan menggendong Meethi keluar, Meethi dibawa ke sofa ruang tamu.

Akash : Ibu! Sankrant!

Ekadashi, Sankrant dan Pavitra berlari kearah Akash.

Akash : Sankrant, padamkan api di dapur!

Sankrant bergegas ke dapur untuk memadamkannya.

Sankrant kemudian kembali setelah apinya padam, Meethi siuman setelah Akash memercikkan air ke wajahnya.

Sankrant : Bagaimana ini bisa terjadi?

Akash : Aku gak mau tau dengan semua itu, yang aku mau tau kenapa Meethi ada di dapur? !Siapa yang menyuruhnya memasak?

Ekadashi : Ayahnya Ambika mau datang kemari untuk makan malam.

Ambika : Kami memasak sama2, aku ada bersamanya di dapur, kau bisa tanyakan sendiri padanya.

Meethi mengiyakannya.

Akash : Bagaimana kalau tadi Ambika gak ada disana? Mau ayah siapa / siapapun itu yang datang ke rumah, Meethi gak boleh ke dapur!Ini keputusanku!

Akash menggendong Meethi ke kamar.

Damini menyambut kepulangan Divya (pemain yang baru). Mereka berdua berpelukan.

Divya : Aku ingin sekali menghadiri pernikahan Mukhta tapi gak bisa.

Nenek muncul dan berkata baguslah kalau Divya gak hadir, nenek menyayangkan upacara Mukhta yang sederhana.

Divya : Jangan menyambutku dengan kata-kata seperti itu. Aku hanya bisa berdo’a agar kedua cucuku bahagia.

Damini : Duduk dan beristirahatlah Nyonya Takhur, kau pasti lelah.

Nenek melihat keluar jendela dan terkejut melihat Mukhta turun dari bajai, nenek berjalan keluar menghampiri Mukhta dan menanyakan mengapa ia datang menggunakan bajai.

Mukhta : Nenek kan tau suamiku gak punya mobil. Nenek ada tukar uang?

Nenek : Apa kau gak bisa naik taksi?

Mukhta : Selama kuliah aku juga pulang pergi naik bajai, apa nenek lupa?

Mukhta bersemangat menanyakan kepulangan Divya, nenek buyut kemudian melihat berkas-kas ditangan Mukhta, Mukhta memberitahu kalau dia baru selesai wawancara di sebuah perusahaan. Mukhta kemudian masuk kedalam rumah untuk menemui Divya.

Di rumah Bundela, Akash memarahi Meethi karena bekerja di dapur.

Meethi : Apa kau ingin membuatku semakin menyadari bahwa aku lumpuh dan gak bisa melakukan apa-apa sendiri? Aku mungkin akan jatuh sekali atau 2 kali saat aku mencoba bekerja. Tapi kalau aku takut jatuh dan menyerah, lalu bagaimana caranya aku bertahan hidup?

Akash duduk disamping Meethi.

Akash : Jangan salah paham denganku. Bagaimana jika sesuatu terjadi padamu hari ini?

Meethi : gak akan terjadi apa-apa padaku. Aku ingin bisa berdiri lagi. Apa yang terjadi dibawah tadi hanya sebuah kecelakaan. Jika orang lain ada diposisiku saat itu, dia juga pasti gak akan bisa keluar. Aku ingin kau menjadi kekuatanku.

Akash menjewer telinganya.

Akash : Maafkan aku. Aku gak tau kalau Meethi ku sekuat itu.

Meethi : Daripada kau minta maaf seperti ini lebih baik kau. . peluk aku!

Ambika memperhatikan mereka diam-diam dan bicara sendiri, “Aku gagal lagi, tapi aku gak akan menyerah. Aku pasti akan memisahkan kalian berdua”.

Mukhta memeluk Divya dan bertanya mengapa Divya gak hadir di hari pernikahannya.

Tuan Takhur : Kau tau kita membuat keputusan itu dlm waktu 1 hari.

Divya : gak mungkin nenek plg dari Amerika dlm waktu sesingkat itu. Lupakan saja, katakan pada nenek, kau skrg sudah bahagia bersama Vishnu bukan?

Mukhta mengiyakannya.

Nenek buyut : Dia terlalu bahagia sampai-sampai ingin mencari pekerjaan.

Mukhta : Aku merasa bosan tinggal di rumah terus. Aku sudah mengenyam bangku pendidikan jadi skrg kurasa aku bisa mencari pekerjaan.

Mr. rathore tiba-tiba datang & mengomentari Mukhta.

Mr. rathore : Kau begitu bahagia bersama suamimu sampai-sampai melupakan ayahmu?

Mukhta : Sampai skrg ayah belum pernah berkunjung sekalipun ke rumahku. Kau tau, aku melakukan semuanya sendiri, termasuk memasak.

Mr. rathore mencubit pipi Mukhta.

Mr. rathore : Anak pintar.

Mukhta : Aku ingin mengundang kalian semua mkn siang di rumahku. Aku yang akan memasak semuanya.

Mr. rathore : Baiklah, ayah akan dtg, janji.

Mukhta : Janji ya.

Mr. rathore : Ada yang kurang di rumah ini tanpa kehadiran anda Nyonya Takhur.

Divya : Silahkan duduk.

Mukhta : Mana oleh-oleh untuk ku nek?

Divya : Nenek sudah menyiapkan oleh-oleh spesial utkmu & Meethi.

Mukhta : Berikan padaku oleh-oleh untuk Meethi, aku akan memberikannya pada Meethi sekalian plg ke rmh. tapi. . Vishnu sudah menungguku, sepertinya aku gak bisa mampir ke sana.

Divya : gak apa2, ayahmu yang akan pergi kesana memberikan oleh-oleh ini. Raghuvendra, maukah kau mengantarkan oleh-oleh ini ke rmh Meethi?

Mr. rathore : Baiklah.

Mr. rathore berfikir, “Apa yang akan terjadi jika aku gak sengaja berjumpa dengan Dharamvir Chaubey (/Chauhan) hari ini? “.

Tuan takhur menyadari ekspresi wajah Mr. rathore yang terlihat gelish.

Tuan Takhur : Apa kau merasa keberatan pergi ke rumah Meethi?

Mr. rathore : Maafkan aku, aku gak merasa keberatan sama sekali.

Mr. rathore tiba di rumah Bundela setelah mengantarkan Mukhta plg. Keluarga Chatterjee sedang mkn mlm bersama Chaubey, Chaubey gak sengaja menumpahkan makanan ke bajunya, ia pergi ke kamar mandi tepat pada saat Mr. rathore dtg. Mr. rathore menyerahkan oleh-oleh tersebut kpd Meethi dan lgsg plg bersamaan dengan kembalinya Chaubey ke meja makan.

Akash sedang mengeringkan rambut Meethi.

Akash : Aku ingin memakaikan saree mu.

Meethi : Itu gak perlu.

Akash : Meethi, bagaimana kalau seandainya aku yang ada diatas kursi roda?

Meethi menutup mulut Akash dengan tangannya.

Meethi : Jangan bicara seperti itu. Jangan pernah bicara seperti itu lagi.

Ambika memperhatikan mereka dari luar, Akash mendadak mencium tangan Meethi dan tersenyum. Meethi menawarkan sebuah ciuman kepada Akash, tapi saat Akash menutup mata, Meethi mendorong Akash sekuat tenaga dan tertawa kegirangan.

Meethi : Maaf! Akash, aku ingin ke kuil bersamamu nanti malam.

Akash : Itu gak mungkin, karena hari ini aku ada rapat penting. Kita bisa ke kuil lain hari.

Akash kemudian bicara dengan seseorang lewat telfon, posisi Akash berdiri dekat dengan Ambika, Ambika pun sengaja menguping pembicaraan Akash tentang rencananya memberi kejutan kepada Meethi di sebuah restoran.

Akash : gak boleh ada orang lain di sana. Sewa 3 orang pemain musik. Dekorasinya harus menakjubkan.

Malam itu Sankrant, Ekadashi, Pavitra & Gomti berencana pergi ke kuil tapi Ambika membuat alasan untuk tetap tinggal di rumah demi merusak makan malam romantis Meethi & Akash. Baca Selanjutnya Sinopsis Uttaran Minggu 3 Juli 2016 – Episode 334-335

Leave a Reply