Sinopsis Uttaran Sabtu 17 September 2016 – Episode 413

Sinopsis Uttaran Sabtu 17 September 2016 - Episode 413

Sinopsis Uttaran Sabtu 17 September 2016 – Episode 413. Nandini : Kau terlihat berbeda hari ini, namun kenapa kau tampak sangat marah?

Nandini berjalan kearah meja rias dan menyembunyikan apel didalam lacinya.

Nandini : Kau terlihat lebih baik saat kau bersikap manis (Meethi). Meethi berbalik saat mendengar Nandini menutup laci meja rias, namun Nandini langsung mengalihkan perhatian.

Nandini : Apa kau sudah menemukan bukti utk melawanku? Atau kau sedang mencari kesalahan lain yang sudah aku lakukan?

Meethi : Waktunya sdh habis. Skrg waktunya melakukan hal yang lain.

Meethi menampar Nandini.

Nandini : Beraninya kau menamparku!!

Meethi : Kecilkan suaramu!Atau aku akan menampar pipimu yang satunya lagi lebih keras. Sdh cukup kesombonganmu!Kau fikir aku akan duduk diam gak akan melakukan apapun? Aku sudah tau segalanya. Aku menyukai Chameli yang kuberi tempat tinggal disini, namun aku merasa jijik melihatmu hari ini, kenapa kau melakukan semua ini? Hanya utk mendapatkan Akash? Kau gak akan bisa mendapatkan apapun.

Meethi : Kau bersiap-siap utk menghancurkanku namun aku masih hidup dan berdiri dihadapanmu hari ini. Aku baik-baik saja. Tanya kenapa? !Tanya!!

Nandini : Kenapa?

Meethi : Karena suamiku ada bersamaku, keluargaku ada bersamaku. Kau berusaha merebut Akash dariku namun ia masih bersamaku. Kau kira kau bisa mendapatkan suamiku & keluargaku? Itu gak akan pernah terjadi!Kau gak bisa merebut cinta milik orang lain.

Meethi : Kau berusaha menghancurkan keluarga yang memberimu tempat tinggal dan kehormatan? Memalukan! Kau fikir kau akan berhasil menghancurkan keluarga kami? Itu gak akan pernah terjadi selama aku masih hidup. Keluarga ini akan baik-baik saja selama Meethi masih hidup.

Meethi : Aku yang membawamu masuk kedlm rumah ini, namun hari ini, Aku, Meethi Chatterjee, istri dari Akash Chatterjee, memerintahkanmu keluar dari rumah ini skrg juga!! Meethi mendorong Nandini keluar.

Nandini : Baiklah. Aku akan meninggalkan rumah Bundela skrg juga, namun jangan lupa, aku gak akan pergi sendirian. Aku akan membawa putriku Rani bersamaku. Jika Rani pergi bersamaku, maka ia akan keluar dari rumahmu selamanya. Skrg kau harus memutuskan, aku tetap tinggal di rumah ini atau pergi bersama Rani

Nandini masuk kedalam kamar Rani tapi Rani gak ada disana. Rani sedang berada di taman depan rumah.

Rani : Chameli menyembunyikan patung dewa Ganpati milik ibu Meethi disini, kenapa ia melakukannya? Aku akan mencarinya!

Rani mulai menggali tanah mencari patung dewa milik Meethi.

Nandini terus menunggu Rani sambil bicara pada dirinya sendiri, “Aku harus menemui Rani dan memberikan apel beracun ini kepadanya. ia akan memberikan apel ini kepada Meethi yang akan berujung pada kematian. Seluruh harta kekayaan akan jatuh ketanganku”. Nandini pergi keluar mencari Rani.

Ambika dan Sankrant kembali ke Mumbai.

Ambika : Sankrant, aku mau mengunjungi dokter dulu. Kita sudah terlalu lama bepergian.

Sankrant : Baiklah. Kita akan pergi sama2.

Ambika : gak Sankrant. Kau harus pulang duluan. Buatlah sandiwara bahwa aku gak kembali, lalu aku akan datang dan mengejutkan semua orang.

Sankrant : Kau mau pergi sendiri?

Ambika : Aku hanya pergi memeriksa kandungan. Aku merasa malu membicarakan beberapa hal dihadapanmu. Wanita gak bisa membicarakan beberapa hal didepan suaminya. Berikan saja sejumlah uang padaku, aku akan menemui dokter, menyewa taksi dan sampai ke rumah.

Sankrant : Baiklah.

Nandini turun kebawah ketika Mukhta, Meethi dan Akash sedang membicarakannya.

Mukhta : Chameli! Kami baru saja membicarakan dirimu. Ups, bukan Chameli, Nandini. Nandini Chatterjee, impianmu menjadi Nandini Chatterjee bukan? Aku gak percaya kau adalah Chameli yang pernah aku jumpai pertama kali, yang rela mengorbankan dirinya demi diriku, aku pun bisa memberikan kehidupan yang lebih paik kepada putrimu. Setelah semua itu tercapai hari ini, ia mendapatkan sebuah keluarga, rumah dan kedua orangtua, kau justru memanfaatkannya untuk menentang Meethi.

Nandini ingin meninggalkan tempat itu tapi Mukhta menahan lengannya.

Mukhta : Aku sedang bicara denganmu!

Meethi : Biarkan saja dia, gak ada gunanya bicara dengannya.

Mukhta : Diam dulu Meethi. Akulah penyebab semua ini. Semua ini berawal dari diriku. Aku yang pertama kali bertemu dengan Chameli dan membawanya masuk kedalam hidupmu. Semakin Nandini bersikap rendah, semakin tinggi derajat Meethi.

Nandini : Kau gak tau apa yang sudah aku lewati. Seperti dalam neraka. Setelah bertahun-tahun akhirnya aku dapat kesempatan untuk memulai hidup yang baru. Membayangkan kehidupan yang baru bersama orang yang aku cintai.

Akash : Nandini! Jangan melewati batas! Aku tetap diam sampai sekarang karena aku menghormati rumah ini!

Nandini : Akash, ada apa denganmu? Aku adalah Nandini mu. Aku adalah cinta pertamamu.

Meethi : Nandini!!

Nandini : Kau sangat mengenalku, Akash. Jika aku gak meninggalkanmu dulu, akulah yang akan menjadi istrimu, bukan Meethi! Kau orang yang cerdas, kau sangat tau peraturan pernikahan. 2 orang istri gak bisa tinggal dalam 1 rumah. Hanya aku atau Meethi yang akan tinggal di rumah ini!

Meethi dan Mukhta terkejut mendengar ucapan Nandini, Nandini tetap menolak meninggalkan rumah itu.

Di taman depan rumah, Rani terus menggali tanah mencari patung Dewa Ganpati milik Meethi, ia terluka saat melakukannya, namun Rani bertekad mencarinya sampai dapat demi ibu Meethi nya. Rani terus menggali.
Meethi : Kau benar. dua pedang gak bisa berada dalam 1 sarung. Kau fikir kau bisa mendapatkan Akash? Sudah kukatakan ribuan kali, Akash adalah suamiku dan ia hanya mencintaiku! Aku bahkan bicara dengan menurunkan levelku setingkat denganmu agar kau mengerti maksudku, tapi kau tetap gak mengerti. Pahamilah 1 hal dengan jelas. Rani adalah putriku. Akash dan aku sudah mengadopsinya secara sah! Kami lah orangtuanya. ia gak boleh pergi dari rumah ini.

Nandini : Darahku mengalir dalam urat nadi Rani. Kau tau itu. Aku adalah ibunya Rani, bukan kau. Kau atau siapapun gak bisa menghentikanku, termasuk Dewa.

Rani akhirnya menemukan patung Dewa Ganpati milik Meethi, ia bersorak gembira.

Nandini : Aku yang sudah melahirkan Rani. Kau tiba-tiba datang dan menjadi ibunya? Kau ingin merenggut hak ibunya?

Meethi : Aku gak merenggut hak apapun darimu.

Mukhta : Nandini, kau memang sudah melahirkan Rani, tapi jangan lupa siapa yang mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Rani. Meethi menyelamatkannya saat ia hampir dijual. Meethi yang menunjukkan impian dari masa depan yang baik kepada Rani, bukan kau!!

Nandini : Aku tau. Aku gak akan pernah melupakan kebaikan Meethi. Aku hanya ingin mengatakan 1 hal, aku akan tinggal ditempat Rani tinggal. Jika kau melarangku tinggal disini lagi, maka Rani harus ikut pergi denganku!! Sesaat kemudian Rani masuk kedalam rumah dan mendengarkan pembicaraan mereka.
Baca Selanjutnya Sinopsis Uttaran Minggu 18September 2016 – Episode 414
Baca
Juga
Update Sinopsis
Informasi Diary di Facebook

FAST DOWNLOAD

Leave a Reply