Sinopsis Uttaran Sabtu 10 September 2016 – Episode 406

Sinopsis Uttaran Sabtu 10 September 2016 - Episode 406

Sinopsis Uttaran Sabtu 10 September 2016 – Episode 406. Nandini meletakkan sup itu setelah Rani keluar. Ekadish dan Gomti sedang duduk di meja makan sambil membicarakan Nandini.Ekadish: Aku ingin mengusir Nandini keluar dari rumah ini, namun menantuku menghentikanku.
Dia pandai menilai orang. Hei menantu! Ayo sarapan bersama kami.

Meethi ikut duduk di meja makan, Ekadish menceritakan tentang Malvika kepada mereka.

Ekadish: Aku berusaha melakukan perbuatan baik namun akhirnya ia justru melawan kita. namun Meethi yang melakukan hal yang benar dengan menahan Nandini di rumah ini. Kau lebih baik dalam hal memahami orang2.

Meethi bicara dalam hati “Bagaimana cara supaya aku bisa memberitahu ibu bahwa aku sudah melakukan kesalahan dalam menilai seseorang? Bibi Mauli gak bersalah. Aku yang bersalah karena mempercayai Nandini. Sekarang aku akan melakukan segala cara untuk menunjukkan kebenaran tentang Nandini dihadapanmu bu, aku berjanji”.

Rani pulang sekolah dan memberitahu kalau hari ini ia sedang gak bersemangat di sekolah karena Nandini sakit. Rani mengajak Meethi dan Ekadish berdo’a untuk kesembuhan Nandini di kuil dalam rumah.

Mereka bersiap2 untuk berdo’a di kuil.

Meethi: Rani, kau harus segera mandi setelah melakukan pooja.
Ekadish: Menantu, apa menu makan siang hari ini?
Meethi: Aku sudah membuatkan mi untuk kalian.
Rani: Hore!

Nandini berdiri ditangga dekat kuil.

Nandini: Rani, tolong bawakan makanannya ke kamarku.
Rani: Chameli?!

Rani berlari kearah Nandini dan memaksanya ikut bergabung di kuil, namun Nandini menolak. Ekadish akhirnya mengizinkan Nandini masuk kedalam kuil.

Nandini: Meethi, boleh aku masuk ke kuil?
Meethi: Kau gak perlu meminta izin dariku untuk ini.
Ekadish: Benar. gak ada yang bisa menghentikan orang lain pergi ke kuil.

Nandini berjalan kearah mereka dan mengambil berkat dari Ekadish. Mereka memulai pooja.

Nandini bicara dalam hati “Dewa, berikan aku kekuatan untuk mendapatkan orang yang aku cintai. Kembalikan Aakash kepadaku. Aku akan meninggalkan semua kebiasaan buruk dan sungguh2 akan berubah”.

Meethi berdo’a dan bicara dalam hati “Dewa, tolong lindungi keluargaku dari niat orang2 jahat. Lindungi suamiku dari Nandini. Kumohon tolong jaga Aakash”.

Aslam Khan dtg ke kantor Aakash. Aakash lgsg menanyakan rahasia Tuan Khana.

Aslam: Khana membuat adik perempuan&seluruh keluarganya terbunuh dlm kecelakaan lalu lintas supaya tdk ada lagi yg berkepentingan didlm bisnisnya.
Aakash: Khana bisa menjadi terdakwa kasus pembunuhan. Apa kau punya alat bukti?
Aslam: Aku menyimpan semua buktinya didlm sebuah flashdisk. Flashdisk itu skrg ditempat temanku. Aku akan memberikannya padamu kalau kau berjanji akan mengirimku keluar dari negara ini. Khana tdk akan melepaskanku.
Aakash: Bagaimana kalau kupesankan tiket pesawat first class dgn tujuan Dubai dan uang cash 1 crore ditransfer lgsg ke rekeningmu?
Khana tdk akan bisa menemukanmu disana.
Aslam: Baiklah. Terimakasih. Temui aku di cafe Maratha dekat bandara jam 5 sore hari ini. Aku sendiri yg akan menyerahkan flashdisk itu padamu disana.

Aslam melihat pajangan foto Aakash&Meethi.

Aslam: ia istrimu?
Aakash: Ya.

Aslam meminta Aakash mengajak Meethi bertemu di Cafe Maratha sambil berkenalan. Aakash menyetujuinya, ia lgsg menelfon Meethi setelah Aslam pergi.

Aakash: Aslam ingin aku mengajakmu, ia punya info tentang Khana.
Meethi: Baiklah, aku akan dtg ke cafe itu nanti sore.
Aakash: Setelah itu kita akan keluar utk makan mlm romantis.

Meethi melihat Rani berjalan sambil memegang botol berisi bubuk putih.

Meethi: Rani, apa itu?
Rani: Aku menemukannya di taman. Seseorang bisa terluka kalau botol ini pecah. Aku baru saja ingin membuangnya ke tempat sampah seperti yg diajarkan di sekolah.

Meethi meminta botol itu dari Rani.

Rani: Pasti Chameli yg menaruhnya disana. Beberapa hari ini ia seperti org linglung. Waktu itu aku pernah bertabrakan dgnnya, ia memegang botol dan korek api. Beberapa hari ini fikirannya ada ditempat lain.
Meethi: Rani, pergilah bermain. Aku yg akan membuangnya ke tempat sampah.

Aslam Khan&Meethi sdh sampai di cafe Maratha, Meethi duduk membelakangi Aslam. Sementara itu mobil Aakash mogok dijalan, ia menelfon Meethi memberitahu kalau ia akan sedikit terlambat.

Khana menyamar menjadi pelayan cafe dan memberikan minuman yg sudah dicampur racun kpd Aslam. Aslam tersungkur didekat Meethi, ia menyadari kalau Meethi adlh istri Aakash&cepat2 memasukkan flashdisk kedalam dompet Meethi yg terjatuh dilantai.

Khana mengambil ponsel Aslam dari atas meja. Aslam berusaha bicara dengan Meethi.

Aslam: Beritahu Aakash, seseorang sudah meracuniku.

Khana melihat Meethi, ia kemudian berpura2 menolong Aslam dan membawanya keluar. Meethi kemudian mengangkat telfon dari Aakash, ia menceritakan apa yang sedang terjadi.

Aakash: Meethi, keluar dari cafe itu sekarang juga! Pastikan gak ada yang mengikutimu.
Meethi: Ya.

Meethi langsung mengambil dompetnya dan keluar dari cafe tersebut. Khana membawa Aslam kedalam mobil, ia memerintahkan anak buahnya mencari flashdisk tersebut didalam pakaian Aslam namun gak ketemu. Khana melihat Meethi sedang berlari ketakutan di parkiran, ia menyuruh anak buahnya mengejar Meethi.

Khana: Flashdisk nya ada pada wanita itu. Tangkap dia!

Meethi kembali berlari keluar dari parkiran sebelum sempat masuk kedalam mobil, ia terus berlari ketakutan dan bersembunyi didalam sebuah rumah bordil. Anak buah Khana kehilangan jejak Meethi.

Ratna Bai menepuk pundak Meethi, mereka sama2 terkejut melihat satu sama lain.

Ratna: Apa yang kau lakukan di rumah bordil ku? Karena dirimu aku harus masuk kedalam penjara! Aku kehilangan banyak uang karena kau. Kenapa kau datang lagi?
Meethi: Aku datang kemari bukan untuk mencari masalah denganmu. Beberapa orang penjahat sedang mengejarku. Kumohon tolong selamatkan aku.
Ratna: Aku justru harus membantu mereka.

Meethi shock melihat Ratna berteriak memanggil para penjahat itu.

Ratna: Kau sudah mengambil Chameli. Kau gak tau siapa ia dan orang seperti apa dia!
Meethi: Aku gak melakukan apapun dengan Chameli! Aku hanya ingin melindungi Rani. Aku sudah mengadopsinya.
Ratna: Adopsi? Hahaha.

Meethi menceritakan bagaimana kebenaran tentang masa lalu Nandini dan Aakash terungkap.

Meethi: Rani adalah putrinya suamiku.
Ratna: Hahaha. Chameli adalah pembohong nomor 1. ia bisa membuat siapapun menjadi miliknya. Suamimu pasti kaya raya, karena itu ia mengejarnya. Chameli sendiri gak tau siapa orangtuanya Rani.
Meethi: Artinya Rani bukan putrinya Chameli?
Ratna: Rani bukan putrinya Chameli!

Meethi langsung berlari meninggalkan rumah bordil Ratna sebelum anak buah Khana menangkapnya.

Khana memarahi anak buahnya karena gagal menangkap Meethi.

Khana: Kalian semua gak berguna! Aku harus melakukan sesuatu. Bakar mayat pria itu, jangan sampai meninggalkan jejak!!

Meethi sampai di rumahnya dan berdiri sejenak di pagar rumah.

Meethi: Ratna Bai pasti berbohong karena ia ingin aku mengusir Rani dari rumah. Aku gak peduli apakah Rani putrinya Nandini atau bukan. Bagiku ia adalah putriku. Aku sudah lama menganggapnya sebagai putriku. Aku gak akan membiarkannya pergi jauh dariku. Sekarang ia adalah milikku dan putrinya Aakash.

Meethi masuk kedalam rumah.

Nandini: Darimana saja kau? Aakash sudah lama menunggumu. ia mulai cemas.
Meethi: Kau gak perlu memikirkan Aakash. Suamiku sendiri yang memintaku untuk melakukan tugas ini. Oh ya, tadi aku bertemu Ratna Bai di jalan. ia mengatakan sesuatu padaku.
Nandini: Apa yang ia katakan?
Meethi: Ratna Bai memberitahu sebuah kebenaran kepadaku.
Nandini: Kebenaran apa?
Meethi: ia mengatakan kebenaran bahwa Rani bukanlah putrimu.
Nandini: ia bohong! ia iri dengan kebahagiaanku. Semua orang tau kalau Rani adalah putriku, termasuk Aakash dan ibu. Aku gak peduli apa yang dikatakan orang lain.
Meethi: Baiklah, kau gak peduli dengan apapun karena kau keras kepala. Kau yang memulai permainan kebohongan ini, kau kira aku akan tinggal diam? Tidak. Sekarang aku akan membuktikan kalau Rani bukanlah putrimu. Kau menyalakan api dan bibi Mauli yang menerima akibatnya. Sekarang tunggu dan lihat saja bagaimana kau akan mendapatkan balasannya. Aku mempercayaimu dan memberimu kehormatan di rumah ini namun kau memulai sebuah permainan dengan anggota keluargaku. Aku gak mengerti apa yang kau inginkan!
Nandini: Aku ingin mengambil posisimu di rumah ini! Aku ingin menjadi istrinya Aakash!
Baca Selanjutnya Sinopsis Uttaran Minggu 11 September 2016 – Episode 407

Kumpulan
Sinopsis Ashoka

loading…

Leave a Reply