Sinopsis Uttaran Rabu 8 Juni 2016 – Episode 281

Sinopsis Uttaran Rabu 8 Juni 2016 - Episode 281

Ekadashi memiliki rencana licik dibalik sikap manisnya itu. Ekadashi kemudian menelfon rumah Takhur, Damini yang mengangkatnya.

Ekadashi : Aku ingin bicara dengan Meethi.

Damini : Siapa ini?

Ekadashi : Kau dulu yang beritahu siapa kau

Damini : Aku neneknya Meethi

Ekadashi : Oh, pelayannya Jogi Takhur ya, ini aku, mertua cucumu.

Damini : Kami tidak ingin bicara padamu atau anggota keluargamu lagi.

Ekadashi : Aku menenlfon demi kebaikan Meethi. Dengarkan aku baik2, jgn buat kesalahan dengan menutup telfonnya!Aku menelfon untuk memberitahumu kalau Akash sedang dlm perjalanan ke rumahmu.

Damini : untuk apa dia dtg lagi?

Ekadashi : untuk membawa Meethi mu kembali kesini.

Damini : Meethi tidak akan kembali ke Aatishgarh!

Ekadashi : Tepat sekali. Katakan kepada Meethi agar dia tidak luluh ketika melihat Akash. Jika dia kembali ke Aatishgarh, maka aku akan membuat hidupnya seperti di neraka. Kau sudah melihatnya sebelumnya.

Damini : Apa yang kau inginkan? Mengapa kau menelfonku?

Ekadashi : untuk memperingatkanmu, jika kau ingin Meethi mu selamat, maka menjauhlah dari putraku!Aku tidak bisa menghentikannya karena aku menyayanginya, tapi pastikan kau bisa menghentikan cucumu, jika tdk, dia tidak akan bisa pergi setelah dtg kemari. Aku masih membenci Ichcha mu. Dendamku belum selesai.

Damini : Seseorang yang memiliki suami seperti Avinash&putra seperti Akash, hidupnya pasti seperti di neraka. Karena suamimu, kau menghabiskan sisa hidupmu dlm kebencian&skrg putramu akan membuatmu kesepian di hari tuamu. Suatu hari jika putramu tau kebenarannya, maka dia akan membencimu!

Damini terkena serangan jantung setelah menutup telfonnya, Meethi sangat panik krn saat itu anggota keluarga yang lain sedang menghadiri pesta pernikahan kerabat mereka. Meethi berusaha menelfon dokter&Mukhta.

Meethi : Nenek, jgn tinggalkan aku seperti ibu.

Seorang pria yang wajahnya belum diperlihatkan tiba-tiba dtg untuk menyelamatkan Damini.

Keluarga Takhur dtg terlambat karena terjebak macet&cuaca sangat buruk saat itu. Mereka langsung menuju rumah sakit untuk melihat kondisi Damini. Tuan Takhur memuji keberanian Meethi karena bisa membawa Damini ke rumah sakit sendirian, bahkan tidak menggunakan ambulans, karena ambulans juga terjebak macet.

Meethi : Kakek, bukan aku yang membawa nenek, tapi org lain.

Sosok Vishnu kemudian muncul.

Vishnu : Dia adalah ibu dari guruku, mungkin dewa ingin agar aku menolongnya karena itu aku dtg di waktu yang tepat.

Seluruh keluarga Takhur kemudian berterimakasih kepada Vishnu.

Meethi masuk ke dlm kamar Damini, ia mendengar Damini mengigau.

Damini : Meethi akan baik-baik saja, aku akan melindunginya, Ekadashi!

Meethi terkejut mendengarnya, Meethi berfikir mungkin Ekadashi yang menyebabkan Damini terkena serangan jantung.

Sementara itu, Akash sudah tiba di rumah Takhur tapi tidak menemukan siapapun disana. Kerabat Tuan Takhur yang sedang melangsungkan pernikahan anaknya kemudian menelfon ke rumah Takhur,

“Bagaimana kondisi Damini? Apakah Damini sudah dibawa ke rumah sakit? “.

Ternyata Akashlah yang mengangkat telfon, hal ini membuat Akash mengetahui dimana Meethi & yang lainnya kini berada. Akash bergegas menuju rumah sakit.

Dokter memberitahu keluarga Takhur kalau Damini membutuhkan donor darah karena tubuhnya mengalami pendarahan. Golongan darah Damini O- dan sangat sulit mencari stock golongan darah tersebut.

Saat keluarga Takhur sedang berusaha mencari donor darah untuk Damini, tiba-tiba dokter mengatakan kalau mereka sudah menemukan pendonornya. Meethi ingin melihat siapa pendonor itu, ia terkejut melihat sosok Akash. Sesaat Meethi tersenyum dan meneteskan air mata, namun kebenciannya kembali muncul.

Meethi : Pria ini tidak boleh memberikan darahnya kepada nenekku!Darahnya sebenarnya adlh racun yang bisa membunuh nenek!
Vishnu berusaha menenangkan Meethi.

Meethi : Kau tau siapa pria ini? Dia adalah Akash Cahtterjee! Lelaki yang telah menggunakan identitasmu untuk masuk kedalam hidupku!Dia adlh seorang penipu!Dia telah menghancurkan hidupku!

Vishnu terkejut mendengarnya, ia segera membawa Meethi keluar untuk menenangkannya.

Selesai mentransfusikan darahnya, Akash kemudian berjalan di koridor rumah sakit. Akash melihat Meethi&keluarga Takhur, ia lalu memanggil nama Meethi.

Meethi : Kenapa kau datang kemari? Kau dan ibumu sudah merayakan kematian ibuku, apa skrg kau menunggu untuk merayakan kematian nenekku? Tapi dengarkan ini baik-baik Tuan Akash Chatterjee, aku bukan Ichcha, tapi Meethi. Jika sesuatu terjadi pada nenekku, maka aku akan menghancurkan seluruh keluargamu! Aku tidak ingin mendengarkan apapun lagi darimu. Aku sudah melihat wajah aslimu.

Dokter kemudian memberitahu kalau masa kritis Damini sudah lewat dan Akash adalah malaikat penolongnya.

Setelah dokter pergi, Akash menangkupkan kedua telapak tangannya.

Akash : Aku tau aku sudah menyakitimu tapi aku datang kemari untuk meminta maaf kepada kalian semua. Tidak ada dendam lagi. Meethi, aku datang kemari karena aku benar-benar mencintaimu.

Meethi : Cinta? Apa kau tau artinya cinta, Tuan Akash Chatterjee? Bagimu, cinta adalah kebohongan. Kata cinta sama sekali tidak pantas untukmu.

Akash : Hukumlah aku tapi berikan aku 1 kesempatan untuk membuktikan kalau aku hanya mencintaimu.

Meethi : Untuk apa kau meminta kesempatan? Bukankah kau dan ibumu sudah merayakan kematian ibuku? Sekarang siapa lagi targetmu? Siapa lagi yang kau inginkan untuk mati? Jawab aku, berapa banyak lagi orang yang kau dan ibumu inginkan untuk mati?

Akash : Kumohon percayalah padaku sekali ini saja. Aku dan ibuku sudah berubah. Sebenarnya dia(maiyya/ibu/Ekadashi) yang menyuruhku datang kemari

Meethi : Cukup. Jangan sebut nama itu lagi dihadapanku.

Akash : Ibuku sangat menyayangimu!

Meethi menampar wajah Akash.

Meethi : Jangan katakan apapun lagi.

Akash tersenyum pahit sambil memegang pipinya.

Akash : Tamparlah aku sebanyak yang kau mau, mungkin aku memang pantas mendapatkannya. Tamparlah aku sampai kemarahanmu habis tapi percayalah, aku sudah berubah. Cintamu sudah membuatku berubah.

Meethi : Apa kau sudah selesai dengan semua omong kosong ini? ? Aku sudah mendengarkan semuanya, sekarang pergilah!Pergi dari kehidupanku!
Meethi meninggalkan Akash yang berdiri meneteskan air mata.  Baca Selanjutnya Sinopsis Uttaran Kamis 9 Juni 2016 – Episode 282

Leave a Reply