Sinopsis Uttaran Rabu 14 September 2016 – Episode 410

Sinopsis Uttaran Rabu 14 September 2016 - Episode 410

Sinopsis Uttaran Rabu 14 September 2016 – Episode 410. Vishnu menelfon Mukhta dan menceritakan tentang perbuatan Nandini.

Mukhta : Apa? Nandini yang melakukan semua itu?

Vishnu : Ya Mukhta, aku melihatnya sendiri.

Mukhta : Aku harus datang menemui Meethi.

Vishnu : Jangan. Kau di rumah kakek saja sampai semuanya membaik.

Mukhta : Baiklah. Ini semua terjadi karena Meethi gak mau mendengarkanku.

Vishnu : Semoga Nandini gak memulai permainan yang baru.

Ekadish menemani Akash melakukan pooja. Akash membaca mantra sambil mengenang semua kenangan indah bersama Meethi.

Mukhta menceritakan keadaan Vishnu dan Meethi kepada nenek buyut.

Nenek : gak ada gunanya memikirkan masalah Meethi dan Vishnu.

Mukhta : Kenapa nenek gak pernah memahami Vishnu sekali saja?

Nenek : Demi Dewa, Vishnu sendiri yang melakukan penipuan, karena itu polisi mengejarnya.

Mukhta : Cukup nek! Aku gak mengerti kenapa nenek sangat membenci Vishnu. Apa nenek gak bisa melihat satupun sifat baik Vishnu? Kuberitahu untuk yang terakhir kalinya, sekali lagi nenek menjelek2an Vishnu, aku gak akan pernah menginjakkan kaki kedalam rumah ini lagi!

Nenek : gak ada yang bisa menghentikanmu jika kau ingin menghancurkan hidupmu sendiri! Hanya Dewa yang tau akhirnya.

Setelah nenek buyut pergi, Mukhta bicara dalam hati, “Dewa pasti akan menunjukkan jalan keluar untuk masalah Vishnu”.

Damini sedang menjaga Meethi didalam kamar.

Meethi : Air. .

Damini : Airnya habis. Sebentar, biar nenek isi dulu.

Saat mengambil tempat minum, Damini menyadari sesuatu.

Damini : Meethi, dimana patung dewa Ganpati mu?

Meethi : gak tau. gak ada yang menyentuh barang-barang di kamarku.

Damini : gak apa2. Nenek akan mencarinya setelah membawakan air untukmu.

Damini turun kebawah, ia melihat Akash sedang melakukan pooja ditemani Ekadish.

Ekadish : 97. Tinggal 11 lagi.

Akash terus melanjutkan pooja nya, tiba-tiba Akash mendengar suara teriakan Meethi pada mantra yang ke-106.

Meethi : Akash!!

Ekadish : Jangan kehilangan fokus. Itu adalah sihir hitam untuk mengganggu fikiranmu. Pooja ini untuk keselamatan Meethi. Kau harus melanjutkannya!

Meethi : Akash!!!.

Akash membuka mata dan menghentikan mantranya, ia beranjak dari tempat duduk lalu berlari kearah kamar.

Ekadish : Jangan nak!

Akash masuk kedalam kamar, ia gak melihat Meethi dimanapun.

Akash : Meethi! Meethi!

Meethi : Akash!

Meethi tiba-tiba muncul dan berlari memeluk Akash.

Akash : Syukurlah kau baik-baik saja. Aku ketakutan mendengar teriakanmu. Sesaat aku merasa roh jahat sudah mengendalikanmu.

Meethi diam-diam mengangkat pisaunya dibelakang Akash.

Akash : Kita akan baik-baik saja.

Meethi berbisik sambil memeluk Akash.

Meethi : Kau meninggalkan pooja sebelum menyelesaikannya. Kau harusnya membaca mantra sebanyak 108 kali. Mati kau sekarang!

Meethi melepas pelukan Akash, Akash shock melihat pisau ditangan Meethi. Meethi langsung menyabit lengan Akash dengan pisau. Akash jatuh disamping tempat tidur, lengannya mengeluarkan darah. Pintu kamar tiba-tiba tertutup sendiri. Akash berusaha kembali berdiri.

Akash : Meethi, dengarkan aku baik2. Kita sudah melewati banyak rintangan bersama tapi cinta kita gak pernah berkurang satu sama lain. Kita gak pernah bisa berpisah karena cinta kita murni. gak ada sihir yang bisa mempengaruhimu karena Dewa ada bersama kita. Roh jahat itu harus menerima kekalahannya. Bagaimana bisa kau menyerah pada roh jahat itu?

Meethi mencekik leher Akash dan mengangkatnya keatas sampai kaki Akash menggantung diudara.

Akash : Kau akan baik-baik saja. .

Meethi melempar Akash ketempat tidur.

Meethi tiba-tiba sadar dan menangis.

Meethi : Akash, apa yang terjadi padaku? Tolong selamatkan aku.

Roh jahat kembali masuk kedalam tubuh Meethi saat Akash berusaha berdiri.

Meethi : Apa yang bisa dilakukan oleh cintamu? Cintamu gak akan bisa melakukan apapun. gak akan bisa. Hahahaha.

Akash : Aku akan melindungi istriku dari segala hal buruk di dunia ini!

Akash memeluk Meethi.

Akash : Kau akan baik-baik saja. Ingatlah kau putrinya siapa. Ibumu gak pernah menyerah sepanjang hidupnya.

Meethi mendorong Akash dengan kekuatan luar biasa, Akash jatuh dan menabrak meja. Kesadaran Meethi kembali sesaat, ia menjatuhkan pisau dari tangannya. Meethi ketakutan menyadari bahwa roh jahat ada didalam tubuhnya.

Meethi : Aku gak tau apa yang terjadi padaku. Aku melukaimu.

Roh jahat kembali masuk kedalam tubuh Meethi.

Akash memegang luka ditangannya sambil menahan rasa sakit.

Akash : Apa yang terjadi padamu Meethi? Lihat aku! Aku Akashmu!!

amini & Ekadish menggedor-menggedor pintu kamar Meethi dari luar. Meethi mengambil pisaunya dan berjalan kearah Akash.

Akash : Seseorang sedang berusaha memisahkan kita! Kau harus berjuang melawan roh jahat itu! Ingatlah sumpah pernikahan kita! Namaku tertulis dimangalsutra yang melingkar dilehermu. Ingatlah sumpah yang kita ucapkan satu sama lain bahwa kita akan menghabiskan sisa hidup kita bersama2. Kita akan sama-sama melewati suka dan duka. Kau gak boleh menyerah! Kau harus melawannya Meethi!

Meethi berjuang menghentikan roh jahat yang ingin membunuh Akash, ia berusaha mengendalikan tubuhnya.

Meethi : Aku gak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Akash!!.

Meethi berusaha keras melawan roh jahat yang ada didalam tubuhnya. Dengan susah payah Akash mengambil darah dilengannya sambil menahan serangan Meethi dan mengoleskannya kedahi Meethi. Meethi terdorong beberapa langkah kebelakang, roh jahat pergi meninggalkan tubuhnya. Akash menangkap Meethi sebelum Meethi jatuh pingsan.

Vishnu membantu Damini & Ekadish mendobrak pintu kamar Meethi, mereka melihat Akash sedang menggendong Meethi ketempat tidur.

Vishnu : Akash, apa yang terjadi pada Meethi?

Akash : ia baik-baik saja sekarang.

Mereka meninggalkan kamar setelah Meethi membuka matanya. Akash mencium kening Meethi.

Meethi : Maafkan aku. .

Meethi mencium luka dilengan Akash sambil menangis.

Guru Ma menelfon Nandini.

Guru Ma : Seranganku gagal. Ini gak pernah terjadi sebelumnya. Cepat temui aku!

Nandini meninggalkan rumah Bundela menggunakan taksi, Mukhta datang menggunakan bajai tepat setelah Nandini pergi, ia melihat Nandini dan memutuskan untuk mengikutinya.
Baca Selanjutnya Sinopsis Uttaran Kamis 15 September 2016 – Episode 411

FAST DOWNLOAD

Leave a Reply