Sinopsis Uttaran Kamis 30 Juni 2016 – Episode 328-329

Sinopsis Uttaran Kamis 30 Juni 2016 - Episode 328-329

Tuan Takhur dan Meethi kemudian berpelukan.

Tuan Takhur : Jangan menangis seperti ini. Kau harus kuat, seperti ibumu Ichcha dan nenekmu Damini. Kau takut kalau nenekmu akan hancur? Nenekmu akan baik-baik saja. Kakek akan mendukungmu. Kau tau? Saat ibumu dan Ibu Tapasya masih kecil, mereka sering terjatuh saat sedang bermain dan mereka selalu menggenggam jemari kakek. Kakek selalu ada disini untukmu.

Mukhta memandangi mereka dari luar. Meethi kemudian menggenggam jemari Tuan Takhur.

Meethi : Apa kakek akan mengajariku bagaimana cara berjalan sekali lagi? Maukah kau mengajariku bagaimana cara untuk berjalan sekali lagi kek? Seperti cara kakek mengajari ibu dan ibu Tapasya untuk berjalan, dengan cara yang sama kakek akan mengajariku bagaimana cara berjalan sekali lagi kan? Aku pasti bisa berjalan lagi.

Tuan Takhur menganggukkan kepalanya.

Meethi : Tapi dokter bilang aku tidak akan pernah bisa berjalan lagi.

Mukhta meneteskan airmata mendengarnya.

Tuan Takhur : Semuanya akan baik-baik saja. Kakek akan membawamu ke dokter terbaik dan segera menyelesaikan pengobatanmu. Kakek selalu mengatakan ini pada Ichcha, siapa yang mencoba, tidak akan kalah. Kakek selalu ada bersamamu. Jangan pernah putus asa.

Akash tidak pernah datang lagi ke rumah sakit sejak Meethi siuman, Vishnu berusaha menelfonnya tapi Akash sengaja tidak mengangkatnya, Vishnu kemudian berinisiatif datang langsung ke rumah Bundela untuk menemui Akash.

Vishnu : Aku menelfonmu berkali-kali & mengirim banyak pesan singkat tapi tidak ada balasan sama sekali. Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau tidak datang untuk menemui Meethi?

Akash : Aku tidak tau sama sekali. Lagipula siapa yang peduli?

Vishnu : Apa yang kau katakan? Saat ini Meethi sangat membutuhkanmu. Aku tau kalau nenek Damini yang memintamu untuk tidak datang kesana.

Akash : Apa yang dikatakan nenek Damini bkn masalah bagiku, aku tidak punya byk waktu memikirkan siapa yang merasa sedih dengan kedatanganku ataupun kepergianku. Sampai kapan aku harus mengejar-mengejar Meethi seperti ini? Kalau ia tidak menginginkanku didalam hidupnya, aku juga juga tidak menginginkannya didalam hidupku.

Vishnu : Apa yang kau katakan? !Kau tau bagaimana kondisinya saat ini?

Akash : Apa ia pernah memikirkanku sekali saja? Atau berusaha memahami bagaimana keadaanku?

Vishnu : Aku tidak mengerti mengapa semua ini terjadi padamu secara tiba2, kemarin kau masih. .

Akash : Aku sudah meninggalkan masa lalu dibelakangku. Aku sudah melupakannya.

Vishnu : Kau sudah melupakan masa lalumu bukan? Lalu mengapa foto Meethi masih terpampang dikamarmu? !

Akash : Aku pernah sangat mencintainya tapi skrg aku sudah melupakannya. Pergi dan katakan ini padanya.

Vishnu merasa kesal dan pergi meninggalkan rumah Bundela. Akash kemudian bicara pada dirinya sendiri, “Bagaimana cara menjelaskan padamu bahwa semua yang aku lakukan ini hanya untuk kebaikan Meethi”. Meethi akhirnya diijinkan pulang, Mukhta & Damini membantunya duduk diatas kursi roda.

Mukhta : Kau akan bisa berjalan lagi secepatnya. Jgn sedih. Kita harus pulang sekarang. Kamarmu sudah menunggumu.

Meethi mencari sosok Akash di koridor rumah sakit.

Meethi : Kenapa Akash tidak datang untuk melihatku? Apa ia sudah tau bagaimana kondisi ku saat ini?

Meethi kemudian menanyakannya kepada Vishnu yang baru saja kembali dari rumah Bundela tapi Mukhta menggelengkan kepalanya kearah Vishnu demi menjaga perasaan Meethi.

Mereka semua pulang ke rumah Takhur.

Rohini : Aku akan memasak sesuatu untuk kalian semua.

Tuan Takhur : Kau harus membuat makanan kesukaan Meethi.

Meethi : Aku ingin kembali kekamarku.

Kanha : Biar aku antarkan.

Mukhta : Biar aku saja yang mengantarkan Meethi kak.

Mukhta & Vishnu kemudian mengantarkan Meethi ke kamar.

Nenek : Kau harus bersabar Damini, atau airmatamu akan membuat Meethi semakin lemah. Dewa yang tau sampai kapan ia harus duduk di kursi roda. Hanya dewa yang tau akhirnya. Rohini, masak semua makanan kesukaan Meethi.

Mukhta, Meethi dan Vishnu sudah sampai didalam kamar.

Mukhta : Selamat datang kembali di kamar kita Meethi. Apa yang ingin kau lakukan disini?

Meethi : Kalian pergilah makan duluan. Aku akan memanggil kalian jika butuh sesuatu.

Mukhta : Kami hanya ingin makan jika bersamamu.

Meethi : Aku sedang tidak ingin makan.

Vishnu : Mungkin Meethi ingin menyendiri dulu sebentar. Ayo kita pergi.

Meethi : (Melihat kearah Mukhta) Kenapa Akash tidak datang ke rumah sakit?

Damini tiba-tiba masuk kedalam kamar.

Vishnu : Nenek Damini yang akan menjawabnya.

Mukhta & Vishnu kemudian keluar dari kamar.

Meethi : Apa nenek mengatakan sesuatu pada Akash?

Damini kemudian duduk dipinggir tempat tidur sambil memegang patung dewa Ganesha berukuran kecil.

Damini : Setiap Ichcha ada masalah, ia selalu menyebut nama dewa Ganesha. Nenek pernah melihatnya bicara selama berjam-jam setiap ada masalah. Nenek membawakan ini untukmu. Nenek tau jalan dihadapanmu akan semakin sulit kedepannya tapi ia pasti akan melindungimu.

Meethi : Jawab dulu pertanyaanku nek.

Damini : Jangan memikirkan orang-orang dengan kenangan yang menyakitkan.

Meethi : Apa yang nenek katakan padanya?

Damini : Nenek memintanya untuk pergi jauh dari hidupmu untuk selama2nya.

Meethi : Kenapa nenek mengatakan itu?

Damini : Karena ia selalu membawa masalah kedalam hidupmu. Tapi sekarang tidak lagi!

Meethi : Tinggalkan aku sendiri nek. Aku ingin menyendiri sebentar.

Setelah Damini pergi, Meethi meneteskan airmata memikirkan Akash.

Ekadashi menghampiri Akash yang sedang berdiri di balkon rumah sambil memandangi foto Meethi didompetnya.

Ekadashi : Kau lupa menuangkan air kepada matahari? (salah satu ritual kepercayaan). Ini sangat bagus untuk menjaga kedamaian didalam diri. Ketika sesuatu sudah diluar kendali maka serahkan segalanya pada matahari.

Ekadashi kemudian memberikan gelas/pot berisi air kepada Akash.

Ekadashi : Tuangkan ini kepada matahari.

Ekadashi menghentikan Akash sebelum ia kembali ke kamarnya.

Ekadashi : Bagaimana mungkin kau menemukan jalan keluarnya jika kau terus lari dari masalah. Kalau kau tetap hidup dengan kenangan Meethi, bagaimana bisa kau bebas darinya? Kau sudah berjanji pada Damini kalau kau tidak akan pernah kembali pada Meethi. Ini adalah keputusanmu, tapi Meethi tidak tau tentang hal itu. Lakukan sesuatu agar keputusanmu sampai ketelinganya.

Akash : Apa aku harus memasangnya di iklan surat kabar? Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan.

Ekadashi : Menikahlah! Bukan untuk dirimu sendiri tapi demi Meethi!

Akash : Aku sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan Meethi, tapi kenapa harus menghancurkan hidup orang lain?

Ekadashi : Dewa pasti sudah menciptakan seseorang untuk membahagiakanmu.

Akash : Itu tidak mungkin.

Ekadashi : Tidak ada paksaan, tapi seseorang sudah datang untuk menemuimu. Ikut denganku dan temui dia.

Akash kemudian bertemu dengan inspektur chauhan, Ekadashi menunjukkan foto seorang gadis pada Akash.

Ekadashi : ia adalah putrinya inspektur Chauhan, namanya Ambika!

Akash melihat foto Ambika tapi sama sekali tidak tertarik dengannya.

Chauhan : Putriku adalah gadis berpendidikan.

Ekadashi kemudian menutupi wajahnya dari chauhan dan berkata kepada Akash, “Ini adalah jalan satu2nya untuk melindungi Meethi”.

Chauhan : Apa kau setuju dengan perjodohan ini Akash?

Akash kemudian melihat kearah Chauhan dan kearah Ekadashi dengan ekspresi bingung. Baca Selanjutnya Sinopsis Uttaran Jumat 1 Juli 2016 – Episode 330-331

Leave a Reply