Sinopsis Uttaran Kamis 21 Juli 2016 – Episode 370-371

Sinopsis Uttaran Kamis 21 Juli 2016 - Episode 370-371

Akash dan Meethi tiba di kantor polisi. Meethi menunggu diluar karena ia trauma masuk ke kantor polisi. Akash pun melaporkannya kepada polisi, ia menceritakan apa yang Meethi lihat.

Akash : ia gak melihat wajah ataupun plat mobilnya.

Inspektur : Kami bukan pesulap yang bisa menemukannya saat kau gak punya informasi apapun.

Akash memberikan alamat tempat itu pada polisi.

Akash memberikan alamat tempat itu pada polisi.

Akash : Setidaknya kau bisa pergi kesana dan melakukan razia.

Inspektur : Baiklah.

Sebelum keluar dari kantor polisi, Akash mendengar senandung lagu yang sering dinyanyikan oleh Ambika, Akash langsung cemas dan bergegas kembali ke mobil mencari Meethi, Akash berteriak memanggil nama Meethi karena Meethi gak ada didalam mobil.

Meethi sudah berdiri dibelakang Akash.

Meethi : Akash? Ada apa?

Akash memeluk Meethi.

Meethi : Akash?

Akash : gak apa2, tadi aku keluar namun kau gak ada di mobil.

Meethi : Aku ada disini bersamamu.

Setelah Akash mulai tenang, mereka berangkat ke pesta baisakhi.

Pesta baisakhi dimulai. Tapasya, Mr. rathore, Akash, Meethi dan Mukhta sudah berkumpul. Vishnu yang baru datang mengajak Mukhta untuk bicara tentang Yuvi.

Mukhta : Apa yang ingin kau bicarakan?

Vishnu merasa pusing, sejak ia mendapat luka dari insiden penangkapan Ambika, Vishnu sering merasa pusing, ia bisa lupa dengan apa yang baru saja ia alami dan suasana hatinya sulit ditebak (tiba-(tiba marah sendiri/bingung sendiri). Vishnu kesulitan mengingat apa yang ingin ia sampaikan. Mukhta melihat tangan Vishnu.

Mukhta : Darimana kau mendapatkan luka ini?

Vishnu : Aku juga gak tau apa yang terjadi.

Mukhta : Jangan terlalu stress, kau akan segera mengetahuinya, kita lupa pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Vishnu : Lupakan saja. Kita datang kemari untuk merayakan pesta ini.

Meethi berbisik kepada Tapasya.

Meethi : Paman Rathore gak bisa melepaskan pandangannya dari bibi (Tapasya)

Tapasya merasa malu.

Tapasya : Dewasalah, berhenti jadi anak nakal.

Meethi : Dulu bibi juga nakal.

Mereka menghampiri Mukhta & Vishnu.

Meethi : Mukhta, Kurasa kau harus tinggal di rumah saja sekarang.

Mukhta : Aku ingin menjadi ibu yang aktif.

Meethi : Pindahlah ke rumah kakek. Semua orang melakukannya dikehamilan pertama.

Mukhta : Baiklah.

Meethi dan Mukhta melihat kearah Tapasya & Mr. rathore, mereka sudah merencanakan pesta pernikahan untuk Tapasya & Mr. rathore.

Meethi : Kita harus membuat mereka hidup bersama.

Mukhta : Aku akan punya 2 rumah, rumah kakek dan rumah ayah & ibu!

Meethi sedikit sedih mendengarnya.

Mukhta : Ibu dan ayahku adalah ibu dan ayahmu juga!

Meethi kembali tersenyum.

Mukhta naik keatas panggung meminta ayah dan ibunya menari berdua. Meethi bermimpi buruk tentang wanita yang disekap itu, ia merasa bahwa wanita itu adalah Kajri, Akash sedikit ragu.

Akash : Kalau kakak ipar datang ke kota ini, ia pasti menghubungi ibu/aku.

Mereka mencoba menghubungi rumah di Aatishgarh namun gak tersambung karena gangguan jaringan. Akash berjanji akan menanyakannya besok pagi pada ibu.

Paginya, Akash bertanya ttg Kajri saat mereka sedang sarapan.

Ekadish : Kenapa kau tiba-tiba teringat dengannya?

Akash menceritakan pada Ekadish ttg apa yang Meethi lihat.

Akash : Meethi merasa wanita itu adlh kakak ipar.

Ekadish menyuruh Pavitra menelfon rumah di Aatishgarh, namun Agarth memberitahu bahwa Kajri baik-baik saja di rumah.

Mukhta datang bersama Vishnu ketika Mr. rathore sedang membicarakan masalah Ambika kepada Tuan Takhur. Tapasya senang dengan keputusan Mukhta utk tinggal di rumah Takhur.

Tapasya : Ibu akan mengurusmu disini.

Mukhta berbisik kepada kakeknya selagi Tapasya & Mr. rathore asik ngobrol berdua.

Mukhta : Mereka tampak bahagia saat bersama.

Tuan Takhur : Ya, kau benar.
Mukhta berjalan mendekati Mr. rathore.

Mukhta : Ayah ingat kalau ayah sdh berjanji padaku beberapa hari yang lalu? Ayah akan memberikan apapun yang aku inginkan.

Mr. rathore : Ayah akan memegang kata-kata ayah. Mukhta meletakkan tangan Tapasya diatas tangan Mr. rathore.

Mukhta : Aku ingin kalian berdua hidup bersama utk selamanya. Kakek,

aku ingin mereka segera menikah!

Tapasya : Mukhta, ibu harus kembali ke Amerika 15 hari lagi karena ada pekerjaan penting.

Mukhta : Ibu yang memanggilku kemari dan ibu akan pergi ke Amerika? Siapa yang akan menjagaku? Bagaimana bisa ibu pergi meninggalkan aku sendiri? Aku sedang hamil bu.

Tuan Takhur : Itu gak benar Tapasya, kau gak boleh pergi sampai bayinya Mukhta lahir.

Tapasya : namun ini sangat penting, aku harus pergi.

Mukhta : Ayah sudah berjanji. Aku gak ingin dgr apapun lagi.

Tapasya : Itu sdh bertahun-tahun yang lalu. Sudah ada jarak diantara kami berdua.

Tuan Takhur : Ayah dipihak Mukhta, bukan kau. Jarak bisa dilenyapkan dalam waktu beberapa menit. Setidaknya cobalah.

Tapasya : Beri ibu waktu utk berfikir.

Mukhta : Baiklah, 2 hari. Aku adlh putrimu, jadi apapun jawabannya aku hanya ingin dengar “YA”.

Ekadish menolak duduk dilantai bersama ibu-ibu yang lain saat belajar di sekolah Damini.

Ekadish : Aku gak mau duduk bersama wanita-wanita ini.

Meethi : Semua orang disini sama saja bu.

Meethi memberikan kursi guru pada Ekadish.

Meethi : Aku izinkan ibu duduk di kursi ini untuk hari ini saja. Mulai besok dan seterusnya ibu hanya boleh duduk bersama mereka.

Beberapa polisi datang untuk menemui Meethi.

Inspektur : Meethi Chatterjee?

Ekadish : Apa Ambika melakukan sesuatu?

Meethi : Mereka datang untuk membantuku. Ibu ingat dengan tentang wanita yang dibawa beberapa orang pria secara paksa itu? Inspektur ini datang untuk membantu menemukannya.

Ekadish minta izin untuk ikut bersama Meethi.

Mereka datang ke kamar/rumah no. 12, namun pria & wanita yang menempati kamar itu gak mengizinkan mereka masuk tanpa surat perintah.

Nenek buyut terkejut melihat Vishnu sedang mengambil air di dapur.

Nenek : Demi dewa, kau mengambil air sendiri?

Vishnu mengangguk.

Vishnu : Ya. Mukhta ingin minum air.

Vishnu mendengar nenek bicara sendiri, “Dia bertingkah seperti seorang pelayan. gak masalah kalau di rumahnya sendiri, namun ini kan rumah mertuanya. gak enak dilihat. Entah apa yang difikirkan Mukhta sampai harus menikah dengannya. Mukhta masih bekerja dikantor dalam keadaan hamil. Entah pecundang macam apa yang telah dinikahinya”. Vishnu merasa pusing.

Vishnu : Hey wanita tua! Jangan menyebutku seperti itu lagi atau kau akan merasakan akibatnya! Cukup sudah omong kosongmu itu, sekarang gak lagi! Jika kau mencoba mengatakan sesuatu lagi padaku, maka kau gak akan bisa bicara lagi.

Nenek : Begini caramu bicara pada orangtua?

Vishnu : Rasa hormat hanya diberikan pada orang yang pantas.

Nenek : Aku akan melaporkan sikapmu ini pada nak Jogi!

Vishnu : Katakan saja, aku gak peduli! Aku juga akan mengatakan pada kakek bagaimana kau menghinaku setiap saat. Aku akan keluar dari rumah ini dengan koperku. Vishnu pergi meninggalkan dapur.

Nenek : Apa yang terjadi dengannya? !

Yuvi gak diizinkan keluar kota/ikut penerbangan jika kesehatannya belum pulih, Yuvi pun dirawat di rumah sakit beberapa hari. Vishnu yang ingin mengambil test kesehatannya gak sengaja bertemu dengan Yuvi. Yuvi panik melihat Vishnu, ia teringat dengan insiden perkelahian mereka. Baca Selanjutnya Sinopsis Uttaran Jumat 22 Juli 2016 – Episode 372-373

Leave a Reply