Sinopsis Uttaran Kamis 2 Juni 2016 – Episode 273-274

Sinopsis Uttaran Kamis 2 Juni 2016 - Episode 273-274

Kanha : Aku tau kau hanya pergi selama 1 hari tp entah mengapa aku merasa kau akan pergi dlm waktu yang lama. Jaga dirimu baik2, segera telfon aku jika kau sudah sampai di sana.

Surbhi mengangguk dan berfikir, “Hanya utk membalaskan dendam keluargaku, aku harus berbohong kepada lelaki yang baik ini. Kapan ia akan menyadari kalau hubungan kami ini adalah hubungan palsu”.

Surbhi merasa bersalah pada Kanha. Kanha kemudian menatap Surbhi dengan penuh kasih sayang dan memberitahu kalau bis nya akan segera berangkat.

Setelah Kanha pergi, Surbhi turun dari bis dan naik ke bis yang lain.

Surbhi melihat seorang wanita sedang duduk didekatnya dengan selendang yang menutupi seluruh wajahnya. Surbhi kemudian mendapat telfon dari nomor tak dikenal.

Saat yang bersamaan wanita yang duduk didekatnya bicara ditelfon, “Kau terlihat sangat ketakutan Surbhi”,

“Siapa kau? “Tanya Surbhi.

Wanita itu membuka penutup kepalanya, tepat sekali, wanita itu adalah Tapasya. Surbhi terkejut melihat Tapasya.

Wanita itu membuka penutup kepalanya, tepat sekali, wanita itu adalah Tapasya. Surbhi terkejut melihat Tapasya.

Tapasya : Permainanmu sudah berakhir.

Surbhi mencoba melarikan diri menuju pintu bis tetapi Mr. rathore langsung menghadang jalannya. Mr. rathore&Tapasya kemudian membawa Surbhi turun dari bis.

Mr. rathore : Katakan padaku, dimana Meethi berada?

Surbhi : ia sedang bersama Vishnu.

Mr. rathore : Apa aku harus membantumu untuk mengatakan yang sebenarnya? Aku akan mengatakan kebenarannya. Hari dimana Kajri menelfon ke rumah, aku curiga mengapa seseorang di dlm rumah menguping pembicaraan lewat telfon, setelah itu aku mendengar saat kau menelfon ke rumahmu melaporkan tindakan Kajri.

Tapasya : Utk itu kami memutuskan bahwa ini adalah satu2nya cara untuk menemukan Meethi, tetapi sebelumnya kami harus membuatmu ketakutan.

Mr. rathore : Saat seseorang sedang ketakutan, maka ia akan melakukan kesalahan.

Surbhi masih mengelak, saat Mr. rathore mencari bantuan polisi&Tapasya menelfon Veer utk memberikan kabar, Surbhi melarikan diri menggunakan bajai. Mr. rathore dan Tapasya kemudian mengikuti Surbhi sampai ke Aatishgarh.

Meethi akhirnya siuman, anak-anak di perkampungan gypsi (Banjara) itu mengajaknya pergi ke kuil kecil disana.
Akash melihat Meethi sedang berdoa dan berfikir,

“Dia pasti sedang mendoakan diriku dan aku masih hidup dalam hubungan palsu ini. Aku dan namaku adalah sebuah kebohongan. Aku sudah membohonginya dalam waktu yang lama. Sekarang sudah saatnya untuk mengatakan yang sebenarnya. Aku gak  peduli apa yang akan terjadi selanjutnya tetapi aku gak  bisa membohonginya lagi”.

Meethi melihat Akash dan langsung memeluknya.

Meethi : Kemana saja kau? Daritadi aku mencarimu.

Akash : Aku juga mencarimu. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.

Meethi : Tentang apa itu? Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu, tetapi sebelumnya aku akan mendengarkanmu. Katakanlah.

Akash terdiam, ia belum memiliki keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya, Meethi kemudian mengajaknya berjalan ke arah sungai dan merayu Akash untuk menggendongnya. Meethi lalu mandi dan mengganti pakaian di pinggir sungai.

Meethi : Tadi kau bilang kau ingin mengatakan sesuatu padaku?

Akash : Hingga saat ini ada kebenaran yang aku sembunyikan darimu. Namaku bukanlah Vishnu.

Meethi : Apa kau bilang? Baiklah, kalau kau bukan Vishnu maka aku juga bukan Meethi. Hahaha.

Meethi menganggap kata-kata Akash adalah lelucon.

Meethi menganggap kata-kata Akash adalah lelucon.

Akash : Dengarkan aku Meethi, aku serius.

Meethi : Hahaha. Ini adalah lelucon terbaik selama bulan madu kita.

Akash gak  tau lagi cara menjelaskannya kepada Meethi. Mereka lalu kembali ke Banjara, Meethi memegang wajah Akash dengan mesra.

Meethi : Hari ini aku meminta sesuatu kepada dewa, aku gak  pernah membayangkan kalau aku akan menjadi seorang istri selamanya.

Meethi membuka telapak tangannya dan memberikan sindoor kepada Akash.

Meethi : Apa kau gak  ingin menjadikanku istrimu untuk selamanya? Aku tau kau juga ingin agar kita hidup dan mati bersama.

Akash mengambil sindoor ditangan Meethi secara perlahan dan membubuhinya diatas dahi Meethi. Meethi mulai terharu dan memeluk Akash dengan erat

Surbhi menggedor-gedor pintu rumahnya di Aatishgarh, ia langsung memeluk Ekadashi dan berlari kearah Agarth.

Surbhi : Mereka akan menangkapku.

Agarth : Siapa yang kau maksud? Jogi Takhur?

Mr. rathore kemudian menahan pintu dan memaksa masuk rumah Chatterjee ketika Nirbhay hendak menutupnya.

Surbhi : Bibi, mereka yang aku maksud!

Mr. rathore&Tapasya melangkah masuk ke dalam rumah Chatterjee. Ekadashi melihat kearah mereka berdua. Ekadashi lalu menceritakan tentang dendamnya terhadap Ichcha karena sudah merenggut nyawa suaminya.

Ekadashi : Putraku masih sangat kecil ketika ia berjanji. Kalian orang-orang kota gak  akan mengerti bagaimana pria-pria hidung belang disini melihat janda muda. Kau tau? Rambut adalah mahkota bagi setiap wanita tetapi lihatlah ini.

Ekadashi membuka selendang penutup kepalanya dan mengenang saat ia memotong rambut panjangnya.

Ekadashi membuka selendang penutup kepalanya dan mengenang saat ia memotong rambut panjangnya.

Ekadashi : Ichcha yang membuatku melakukan hal ini. Aku mengirim putraku untuk menjadi menantu di rumahmu. Semua ini hanyalah untuk membalaskan dendam.

Ekadashi : Putrinya Ichcha bahkan menari setelah 4 hari kematiannya. Sekarang sudah waktunya membunuh Meethi dengan tangan putraku sendiri. ia sudah bersumpah akan membunuh Meethi. Kebencianku juga akan berakhir setelah menghabisinya.

Kesabaran Tapasya sudah habis, ia mendekati Ekadashi berusaha mencekiknya.

Tapasya : Jika sesuatu terjadi pada putriku maka takdirmu akan sama dengan suamimu atau bahkan lebih buruk!Jika ia mati maka kau juga akan mati.

Ekadashi : gak  ada gunanya melakukan ini. Pergilah ke hutan dan temukan jasadnya di suatu tempat. Putraku sudah mengirim Meethi ke tempat dimana ibunya berada!Pergilah cari jasadnya sebelum dimakan hewan liar. Kalian bisa melakukan ritual pelepasan abu jenazah ibu&anak secara bersamaan.

Tapasya : ia akan baik-baik saja. Apa kau fikir ia sudah tiada? Ichcha juga masih hidup. Apa Surbhi gak  mengatakannya kepadamu? Ichcha masih ada disini, jantung Ichcha ada didalam tubuhku.

Tapasya meletakkan tangannya di dada sebelah kiri. Sebelum meninggalkan rumah Chatterje, Tapasya menakut2i Surbhi dan berkata, “Karma gak  akan membiarkanmu hidup dengan tenang!”.

Surbhi pun menangis ketakutan.

Melihat sikap Akash yang gak  seperti biasanya, Meethi menyarankan Akash untuk menulis surat jika Akash gak  bisa menyampaikannya secara langsung.

Akash akhirnya menulis di selembar kertas, Akash meminta maaf dan menuliskan segalanya di kertas itu tetapi tiba-tiba keberaniannya muncul dan ia memutuskan untuk bicara langsung dengan Meethi.

Akash memasukkan kertas tersebut ke dalam kantong bajunya dan mulai mencari Meethi, ia masuk ke dlm sebuah pondok yang gak  ada cahaya dan menemukan Meethi disana.

Didalam pondok itu sangat gelap, Akash tdk bisa melihat wajah Meethi dengan jelas, posisi Akash membelakangi Meethi.

Akash : Meethi, pernikahanku denganmu ini bukanlah pernikahan yang sebenarnya. Ini adalah hubungan yang palsu, pernikahan yang palsu. Ibumu telah melenyapkan nyawa ayahku. Saat itu ibuku memintaku berjanji untuk membalaskan dendam setelah aku dewasa.

Akash : Aku datang kedalam hidupmu dengan kebencian. Ibuku tdk mau menerima kematian ibumu, ia memutuskan untuk lebih menyakitimu, namun untuk pertama kalinya aku merasakan sesuatu. Pertama kalinya aku mengerti apa itu cinta. Aku tau kau akan mulai membenciku dan tdk ingin melihat wajahku lagi, tetapi kau harus mengetahuinya.

Akash kecewa setelah membalikkan tubuhnya menghadap Meethi dan melihat Meethi sedang tertidur pulas, ia kemudian meletakkan kertas tadi didekat kepala Meethi,

“Aku telah menuliskan segala yang harus kau ketahui disini. Besok pagi aku akan mengantarkanmu pulang dlm keadaan selamat” kata Akash. Baca Selanjutnya Sinopsis Uttaran Jumat 3 Juni 2016 – Episode 275-276

Leave a Reply