Sinopsis Uttaran Jumat 1 Juli 2016 – Episode 330-331

Sinopsis Uttaran Jumat 1 Juli 2016 - Episode 330-331

Sekali lagi terdengar suara ketukan pintu, Mukhta tertawa mendengarnya. Kali ini para ibu-ibu tetangga yang datang untuk menyambut Mukhta. Mereka melakukan puja thali dan memberi berkat pada Mukhta & Vishnu.

Akash sudah kembali ke rumah Bundela.

Ekadashi : Darimana saja kau?

Akash : Aku sudah menemui Meethi dan aku akan menikah dengannya sekali lagi.

Ekadashi : Kenapa?

Akash : gak perlu ada pertanyaan lagi sekarang. Aku gak akan mempercayai ibu lagi setelah semua kebohongan yang ibu lakukan. Aku tahu ibu masih membenci Meethi. Pastikan kalau gak ada lagi ketidakadilan untuknya di rumah ini atau. .

Ekadashi : Atau apa?

Akash : Atau aku akan pergi dari sini dan tinggal ditempat lain.

Ekadashi kemudian melihat Akash sedang mengemasi barang2nya

Akash : Kasih sayangku gak berarti dibandingkan kebencian ibu, tak ada lagi alasan untuk tetap tinggal di rumah ini.

Ekadashi menghentikan Akash.

Ekadashi : Ibu akan melupakan semuanya dan menerima Meethi demi kau. Ibu bersumpah demi Sankrant, ibu akan menerima Meethi kembali sebagai menantu dikeluarga kita.

Akash masih belum percaya, sudah terlalu banyak janji yang diingkari ibunya.

Ekadashi : Kau ingin ibu melakukan apa untuk membuktikannya padamu?

Ekadashi pergi ke rumah Takhur dan memohon pada Damini untuk bicara pada Akash supaya jangan pergi meninggalkannya. Setelah Damini bicara pada Akash lewat telfon, Akash akhirnya membatalkan niatnya untuk pergi dari rumah Bundela. Mereka kemudian sepakat untuk melangsungkan pernikahan Akash-Meethi dan Sankrant-Ambika keesokan harinya.

Meethi & Ambika untuk pertama kalinya bertatapan muka di hari pernikahan mereka yang bersamaan. Pavitra menyambut kedatangan mereka dan memperkenalkan mereka satu sama lain.

Ambika bicara dalam hati, “Akash menolakku demi wanita cacat ini? “.

Mereka berdua kemudian duduk berhadap2an didepan api suci, Ambika tampak kesal melihat Akash menggenggam tangan Meethi dengan mesra. Ritual pun dimulai, Ambika-Sankrant saling memasangkan kalung bunga, dilanjutkan dengan Meethi-Akash.

Akash dan Meethi saling menggoda saat memasangkan kalung bunga, Ambika melihat kearah mereka dengan tatapan penuh kebencian. Pendeta kemudian meminta kedua mempelai untuk mengitari api suci.

Kanha : Aku akan mengambilkan kursi roda Meethi.

Akash : Tak perlu. Meethi, gak ada yang didepan ataupun dibelakang. Kita akan melalui semua moment bersama.

Akash kemudian menggendong Meethi dan mulai mengitari api suci. Mukhta & Vishnu tersenyum bahagia melihat mereka berdua. Ekadashi bicara dalam hati, “Putraku akan menyia-nyiakan hidupnya dengan wanita cacat ini, apa boleh buat”. Ritual memasangkan mangalsutra dan sindoor pun berjalan lancar.

Pendeta : Ritual pernikahannya sudah selesai, sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. Mintalah restu pada orangtua kalian.

Ambika menatap sinis kearah Meethi dan berfikir, “Sindoor dan mangalsutra yang diberikan Akash padamu itu adalah milikku. Aku gak akan memaafkanmu. Aku bisa terima apapun kecuali penolakan”.

Mukhta kecewa pada ayahnya karena datang terlambat.

Mukhta : (bicara pada Vishnu) ia selalu datang terlambat. Aku gak akan bicara dengannya.

Mukhta kemudian memarahi ayahnya setelah ia datang.

Mr. rathore : Ayah melihat sosok ibumu didalam dirimu sekarang. Ayah memang terlambat saat ritualnya, tapi mereka masih minta restu orangtua, artinya ayah masih tepat waktu.

Mr. rathore mengajak mereka berdua menemui Meethi.

Chauhan meminta Sankrant untuk menjaga putrinya baik2.

Chauhan : Jaga putriku baik-baik dan jangan membuatnya menangis.

Sankrant : Aku akan menjaganya dengan baik.

Setelah Sankrant pergi, Chauhan bicara pada Ambika.

Chauhan : Hubungi ayah kalau ada masalah di rumah ini. Ayah mengetahui banyak rahasia keluarga ini yang bisa membuat mereka melakukan apapun yang ayah inginkan.

Ambika : Aku tahu cara memperjuangkan hak ku.

Meethi & Akash meminta restu pada keluarga Meethi.

Tuan Takhur : Sekarang kasih sayang Akash akan membantumu untuk pulih.

Akash : Jangan khawatir, Meethi akan segera pulih.

Mukhta, Vishnu & Mr. rathore kemudian menghampiri Meethi-Akash, Mukhta memeluk Meethi dan mengucapkan selamat.

Mr. rathore : (bicara pada Meethi)Selamat atas pernikahan kalian. Jangan pernah menghindar dari masalah, suatu hari kesedihan itu pasti akan pergi.

Mr. rathore kemudian terkejut melihat Chauhan yang tengah berbincang-bincang dengan Ekadashi dan para tamu. Mr. rathore bicara dalam hati, “Chauhan? Apa yang ia lakukan disini setelah bertahun2? “. Sankrant memperkenalkan Ambika pada temannya, tapi Ambika gak bisa mengalihkan pandangannya dari pasangan Meethi-Aaksh. Akash mencium tangan Meethi dengan mesra.

Akash : Setelah sekian lama akhirnya kita bisa bersatu kembali.

Setelah melihat Chauhan di pernikahan Meekash, masa lalu kini kembali mengusik Mr. rathore, ia menyendiri di rumah Takhur mengenang musibah kebakaran yang merenggut Malvika darinya. Suara gelang kaki dan teriakan Malvika menggema dibenak Mr. rathore.

Mukhta & Vishnu kembali ke rumah mereka. Vishnu dan Mukhta saling bercerita betapa bahagianya mereka menghadiri upacara pernikahan Meethi & Akash tadi.

Vishnu : Akash sangat mencintai Meethi.

Mukhta : Aku gak ditakdir untuk mendapatkan cinta sebesar itu.

Vishnu : Aku punya kejutan untukmu.

Vishnu menggendong Mukhta dan memintanya untuk menutup mata. Vishnu membawa Mukhta keatas tempat tidur yang sudah dihiasi berbagai macam bunga. Vishnu mencium kening Mukhta dengan mesra. Mukhta malu-malu ketika Vishnu hendak mencium bibirnya. Vishnu kemudian membelai Mukhta dan selanjutnya hanya mereka dan dewa yang tau.

Damini melihat Mr. rathore sedang menyendiri di ruang tamu.

Damini : Kenapa duduk sendirian disini? Apa kau merindukan Mukhta?

Mr. rathore : Semua itu tinggal kenangan.

Mr. rathore masih hanyut dalam lamunannya, suara Malvika, istri pertamanya terus menggema dikepalanya.

Damini : Kau terlalu cepat meninggalkan acara pernikahannya. Apa semuanya baik-baik saja?

Mr. rathore : Ada kebakaran.

Damini : Dimana?

Mr. rathore akhirnya menyadari pertanyaan Damini.

Mr. rathore : Maafkan aku. Ada kebakaran di kamar hotel milikku. Bukan masalah besar. Karena itu aku pergi.

Mr. rathore meninggalkan Damini dan bicara pada dirinya sendiri, “Semoga kebakaran di masa lalu gak mempengaruhi masa depan”.

Ekadashi sudah mempersiapkan penyambutan 2 pasang pengantin baru itu.

Ekadashi : Ini adalah hari yang paling membahagiakan untukku. Kedua putraku akhirnya menikah.

Ekadashi kemudian melakukan ritual untuk menyambut mereka berempat. Pavitra membawakan nampan berisi air berwarna merah(kumkum), Meethi teringat saat kakinya terluka menginjak pecahan kaca yang sengaja dimasukkan Ekadashi kedalam kumkum untuk menyambut kedatangannya waktu di Aatishgath.

Akash : Ada apa?

Akash juga teringat dengan kejadian itu.

Ekadashi : Meethi adalah menantu dari putra sulungku, ia yang harus melakukannya duluan, tapi bagaimana bisa ia melakukannya kalau ia lumpuh?

Pavitra menjawabnya dengan gurauan.

Pavitra : Kita bisa menaikkan kursi rodanya kedalam kumkum.

Ambika : Biar aku yang membantu Meethi melakukannya.

Akash : Terimakasih, tapi gak perlu melakukannya selama aku ada disini.

Pertama-Pertama Akash memeriksa kumkum tersebut dan memastikan gak ada sesuatu didalamnya, ia kemudian menggendong Meethi, menendang pot berisi beras dan mencelupkan kedua kakinya kedalam kumkum untuk menggantikan Meethi.

Akash : Selamat datang di rumah kita, Meethi.

Pavitra bertepuk tangan kegirangan.

Ekadashi : Sekarang giliranmu, Ambika. Masuklah bersama Sankrant.  Baca Selanjutnya Sinopsis Uttaran Sabtu 2 Juli 2016 – Episode 332-333

Leave a Reply