Sinopsis Uttaran Antv Episode 318-319

Sinopsis Uttaran Antv Episode 318-319

Akash : Pernikahan ini gak akan terjadi. Ini adalah jalan satu2nya untuk menyadarkan mereka kalau mereka salah dan mereka masih bisa memperbaiki kesalahan ini. Saat Meethi dan Vishnu melihat kartu undangan ini, mereka juga akan menyadari bahwa pernikahan ini adalah kesalahan besar. Mereka gak akan tinggal diam .

Mukhta : Bagaimana jika itu gak terjadi? Meethi juga melakukan hal seperti ini. ia berpura-pura mencintai Vishnu tapi akhirnya mereka berdua terjebak bersama. Jika kita berdua terjebak juga, lalu bagaimana?

Mukhta sedang memandangi kartu undangan pernikahan tersebut ketika Mr. rathore masuk kedalam kamarnya. Mr. rathore memperhatikan kartu tersebut dengan seksama.

Mr. rathore : Ini bukan hanya kartu yang bagus tapi cara yang bagus juga untuk menyelesaikan teka-teki ini.

Mukhta : Meethi juga mengambil langkah seperti ini. Akhirnya ia masuk kedalam hubungan palsu dengan Vishnu. Aku gak ingin memaksa Vishnu melakukan apapun. Aku hanya ingin ia mengatakan ang sebenarnya pada semua orang atas kehendaknya sendiri.

Mr. rathore : Ayah yang akan bertanggungjawab dengan apa yang akan terjadi nanti. Jika ayah ada disini dari awal maka semua ini gak akan terjadi. Ngomong-Ngomong sekarang ayah sudah kembali, jadi biarkan ayah yang mengatur semuanya. Percaya pada ayah, kita gak akan memaksa Vishnu melakukan apapun. Kita hanya berusaha membuat ia bangun. Memberikannya kesempatan untuk menyadari bahwa itu bukanlah pengorbanan tapi bunuh diri. Tapi kau tetap harus memikirkannya baik2. gak ada paksaan. Kita hanya akan melanjutkannya jika kau merasa ini benar.

Mukhta : Aku sangat mempercayaimu, ayah. Tapi aku butuh waktu.

Setelah mengetahui bahwa Akash adalah pemilik separoh rumah Bundela, Damini meminta Meethi & Vishnu untuk kembali ke kediaman Takhur. Mereka pun mengemasi barang2nya. Meethi mengucapkan salam perpisahan pada paman Kasa. Sebelum Meethi meninggalkan rumah Bundela, Akash memanggilnya.

Akash : Kau gak memberitahuku alasanmu pergi. Pergilah tapi aku harus memberikan sesuatu padamu. Ambil ini, setelah itu terserah kau mau pergi.

Meethi : Aku gak ingin apa-apa darimu.

Akash mengeluarkan gelang kaki yang ia beli untuk Meethi.

Akash : Ini milikmu. Aku membelinya dengan uang hasil kerja kerasku sendiri untuk hadiah ulamgtahunmu. Ini milikmu. Aku gak seburuk itu, yang gak bisa memberikan hadiah padamu. Setidaknya aku pernah menjadi suamimu selama 23 hari di Aatishgarh.

Akash meletakkan gelang kaki tersebut kedalam kepalan tangan Meethi.

Akash : Lakukan apa yang menurutmu benar.

Meethi & Vishu tiba di kediaman Takhur, Mukhta sendiri yang mengantar mereka ke kamar yang akan mereka tempati.

Saat makan malam, Mr. rathore meminta perhatian semua orang untuk mendengarkan apa yang akan disampaikan Mukhta.

Mukhta : Aku sudah mengambil keputusan. Aku ingin menikah.

Tuan Takhur : Dengan siapa kau akan menikah?

Mukhta : Akash.

Tapasya : Siapa kau bilang?

Mukhta : Akash Chatterjee

Tuan Takhur : Apa kau sadar dengan keputusanmu?

Mukhta : Aku sudah memikirkannya baik-baik setelah itu baru mengambil keputusan ini.

Tuan Takhur : Tapi kenapa kau mau menikah dengannya?

Mukhta : Aku mencintainya.

Damini : Kami gak pernah menyangka kau bisa jatuh cinta padanya. Kau tau latar belakang keluarganya kan? Mereka sudah membuat hidup Meethi seperti di neraka. Satu lagi, apa kau gak ingat semua yang terjadi pada ayahmu karena ulah mereka? ia masih mengejar Meethi bahkan setelah tau kalau Meethi sudah menikah. Tidak, ia bukan pria yang tepat untukmu. Kau gak boleh menikah dengannya.

Mr. rathore : Maaf bu, keputusan yang diambil Mukhta ini untuk seorang pria, bukan untuk latar belakang keluarganya. Jika ini adalah keputusannya maka aku berada dipihaknya.

Tapasya : Pernikahan itu bukan permainan! Fikirkan ini baik-baik sebelum mengambil langkah!

Mr. rathore : Aku hanya ingin mengatakan kalau Mukhta bukan anak kecil lagi. ia sudah bisa mengambil keputusan dan bertanggungjawab. Aku ada dipihaknya jika ia bahagia dengan keputusan ini.

Mukhta menunjukkan kartu undangan pernikahannya kepada mereka.

Mukhta : Pernikahannya 3 hari lagi. Tolong restui kami.

Tapasya merasa sangat marah, ia meninggalkan meja makan, diikuti dengan yang lainnya. Mr. rathore menguatkan Mukhta setelah semua orang pergi meninggalkan mereka.

Mr. rathore : Kita sudah berbohong pada tetua di rumah ini. Mungkin kita juga menyakiti hati mereka tapi semua ini penting untuk memecahkan teka-teki ini.

Mukhta mengangguk.

Mukhta : Semuanya akan baik-baik saja.

Ekadashi dan kedua adiknya datang ke rumah Bundela.

Ekadashi : Akash! Akash!

Akash kemudian turun kebawah.

Akash : Apa yang ibu lakukan disini?

Ekadashi : Bukannya senang melihat ibumu, kau malah bertanya mengapa ibu ada disini. Kami sudah mencari kemana-kemana dan akhirnya menemukan rumah ini. Sekarang kami akan tinggal disini bersamamu.

Akash : Ibu gak bisa tinggal disini. Pulanglah.

Gomti : Jangan lupa apa saja yang telah diberikan ibumu padamu.

Akash : ia melakukan apapun yang ia bisa untuk membuat hidupku dan hidup Meethi seperti di neraka.

Pavitra : Kakakku sudah menolong Rathore.

Akash : Ya, menolong untuk memenjarakannya.

Gomti : gak taukah kau siapa yang menolong Rathore keluar dari penjara?

Pavitra : Kakakku sudah memaafkan Rathore demi kebaikanmu, bahkan ia pulang dan memberitahu kak Agarth kalau kami gak bisa membawa pulang cucunya. Akhirnya kami datang kemari demi kau.

Gomti : Kau laki2, kau gak akan mengerti isi hati seorang ibu.

Ekadashi : Sudah biarkan saja! ia bahkan gak menyambut kedatangan ibunya. Bawa kopernya ke dalam. Akash, apa kau akan mengijinkan kami tinggal bersamamu untuk 1 malam? Setelah itu ibu akan pergi.

Tapasya benar-benar kecewa dengan keputusan Mukhta untuk menikah dengan Akash.

Damini : Pernikahannya 3 hari lagi. Ini gak benar.

Tapasya : Aku gak akan membiarkan itu terjadi.

Damini : Ibu gak mengerti kenapa Rathore menyetujuinya. ia salah satu orang yang ingin memberi kesempatan untuk hubungan Meethi & Akash sebelum mereka bercerai. ia yang membebaskan Akash dari penjara dan ia juga yang berpihak pada Akash saat perjanjian 23 hari itu. Kenapa ia menyetujuinya? Ibu rasa Akash adalah alasan dibalik ini semua. ia punya kelainan didalam dirinya, ibu sudah melihatnya sendiri. ia menghiasi seluruh dinding di kamarnya dengan foto Meethi. Bagaimana bisa ia mencintai Mukhta? Buatlah Mukhta mengerti. ia gak mencintai Mukhta. ia melakukan ini semua untuk balas dendam pada Meethi. Hidup Mukhta akan hancur. Pernikahan ini gak boleh terjadi.

Tapasya : Itu gak akan pernah terjadi.

Tapasya kemudian menghampiri Mr. rathore yang sedang menelfon seseorang untuk mengurus acara pernikahan Mukhta.

Mr. rathore : Aku gak ingin membicarakan apapun yang menyangkut dengan keputusan Mukhta menikah dengan Akash.

Tapasya : Aku datang kemari hanya untuk membicarakan itu! Pergi ke kamarnya dan bilang kalau hal seperti itu gak akan terjadi!

Mr. rathore : Siapalah diriku untuk menghentikan seseorang? Itu adalah bagian dewa. Itu tergantung dia, bukan aku, siapapun yang ia inginkan untuk bersatu. Mereka berdua sudah dewasa. Mereka berdua saling mencintai dan ini adalah keputusan mereka.

Tapasya : Mukhta masih belum dewasa! Kau tau benar kalau mereka gak mencintai satu sama lain!

Mr. rathore : Ini benar-benar rumit. gak ada yang tau siapa yang mencintai siapa.

Tapasya : Vishnu menikahi Meethi dan mereka berdua bahagia sekarang! Tapi Mukhta gak mencintai Akash! Dan kau ingin ia menikah dengan pria yang gak punya masa depan?

Mr. rathore : Aku bukan seorang peramal. Siapa yang tau apa yang akan terjadi di masa depan? Aku rasa apapun yang akan terjadi, itulah yang terbaik.

Setelah Tapasya pergi, Mr. rathore bicara sendiri, “Dia terlihat manis saat sedang marah”

Adegan ini terjadi pada saat yang bersamaan.  Baca Selanjutnya Sinopsis Uttaran Antv Episode 320

Leave a Reply