Sinopsis Uttaran Antv Episode 306

Sinopsis Uttaran Antv Episode 306

Meethi sudah didandani didalam kamar, tatapannya kosong mengingat janjinya pada Akash dan janjinya pada Damini. Sebelum Meethi turun kebawah, Akash berhasil menghubungi ponselnya tapi nenek buyut melarang Meethi mengangkat telfon karena sudah tak ada waktu lagi.

Nenenk buyut berkata pada dirinya sendiri, “Aku melakukan semua ini demi Mukhta ku, setelah Meethi menikah dengan Vishnu baru aku bisa tenang”.

Meethi sudah didandani didalam kamar, tatapannya kosong mengingat janjinya pada Akash dan janjinya pada Damini. Sebelum Meethi turun kebawah, Akash berhasil menghubungi ponselnya tapi nenek buyut melarang Meethi mengangkat telfon karena sudah tak ada waktu lagi.

Nenenk buyut berkata pada dirinya sendiri, “Aku melakukan semua ini demi Mukhta ku, setelah Meethi menikah dengan Vishnu baru aku bisa tenang”.

Vishnu terdiam sesaat dengan ekspresi wajah ketakutan. Tuan Takhur dan Tapasya bertanya ada apa dengan Vishnu. Meethi mulai meteskan air mata. Vishnu kemudian berdiri dari tempat duduknya.

Vishnu : Maaf, permisi.

Vishnu meninggalkan ritualnya sementara semua orang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

Vishnu terdiam sesaat dengan ekspresi wajah ketakutan. Tuan Takhur dan Tapasya bertanya ada apa dengan Vishnu. Meethi mulai meteskan air mata. Vishnu kemudian berdiri dari tempat duduknya.

Vishnu : Maaf, permisi.

Vishnu meninggalkan ritualnya sementara semua orang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

Vishnu : Nenek tak tau bagaimana keputusan kami sebelum pernikahan ini.

Nenek : Tapi aku lebih tau daripada kalian, ikut aku.

Nenek membawa Vishnu ke kamar yang penuh dengan foto Ichcha.

Nenek : Kau tau siapa dia? Namanya Ichcha Bharty. Atau kau sudah lupa dengan wajah ibu gurumu sendiri? Wanita ini tak bisa membesarkan anaknya sendiri tapi ia telah membesarkan anak-anak yatim piatu sepertimu. Apa ia pernah mengharapkan imbalan darimu? Kau mungkin mulai lupa karena itu aku membawamu kemari. Seorang wanita yang menyerahkan putrinya pada seorang penipu hanya karena percaya dengan namamu. ia benar-benar mempercayai muridnya yang bernama Vishnu. Dan Vishnu itu kini ingin meninggalkan Meethi di tengah upacara pernikahan? Ichcha, kau benar-benar bangga pada muridmu ini, kau telah membuang-membuang waktumu untuk orang tak tau terimakasih ini.

Vishnu akhirnya menundukkan kepalanya & kembali melanjutkan ritual pernikahannya.
Akash & Mukhta yang baru saja tiba di kediaman Takhur terkejut melihat Meethi & Vishnu sedang melangsungkan ritual pernikahan. Tangan Vishnu bergetar saat memasangkan sindoor di dahi Meethi.

Vishnu kemudian memasangkan mangalsutra dileher Meethi, Akash & Mukhta benar-benar patah hati melihatnya. Air mata sudah menetes diwajah Mukhta, sedangkan Akash berdiri dengan mata berkaca2.

Akash dan Mukhta kemudian saling menyadari kehadiran satu sama lain dan saling bertukar pandang merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Apakah takdir kembali mempermainkan kisah cinta mereka? ?

Akash dan Mukhta saling bertukar pandang seolah tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Ritual upacara pernikahan pun selesai. Vishnu & Meethi meminta berkat dari anggota keluarganya.

Tuan Takhur : Vishnu, jaga cucuku baik-baik mulai dari sekarang.

Damini : Kau pasti sangat merindukan ibumu hari ini kan Meethi? Ichcky hanya menginginkan kau menikah dengan Vishnu. ia pasti benar-benar merasa bahagia hari ini.

Tapasya : Vishnu, bahagiakanlah Meethi selalu.

Saat mereka mengambil berkat dari nenek buyut, Vishnu shock melihat ekspresi wajah Mukhta dan Meethi juga shock melihat ekspresi wajah Akash.

Nenek : Ingat kata2ku Vishnu.

Meethi terdiam melihat Akash meninggalkan kediaman Takhur.

Tapasya : Kapan kau kembali Mukhta? Dimana ayahmu?

Mukhta : Aku baru saja datang, ayah belum mendapatkan jaminan pembebasannya.

Tapasya terkejut mendengarnya.

Tapasya : Kemarilah, upacara pernikahannya sudah selesai tapi kau bisa temui Meethi sekarang. Setelah Meethi meminta berkat dari Rohini, Mukhta menarik tangan Meethi dengan kasar.

Mukhta : Ikut denganku!
Mukta menarik Meethi dengan keras.

Meethi : Sakit Mukhta, sakit!

Mukhta : Sakit? Lalu bagaimana dengan rasa sakit yg kau berikan padaku?

Meethi : Aku tau apa yg sedang kau bicarakan. Maksudmu karena aku pergi mengejar Akash dan. .

Mukhta : Aku tidak mau tau apa yg kau lakukan dengan Akash. Aku lelah berusaha membuatmu mengerti. Kau ingin membalas dendam bukan? Akash adalah kekasihmu, aku tidak mau tau apa yg kau lakukan dengannya. Tapi mengapa kau melakukan ini padaku? Utk apa balas dendammu itu?

Meethi : Apa maksudmu?

Mukhta : Ya, dendam. Aku tidak tau lagi sebutan yg pantas untuk itu. Kau ingin membalas dendam pada Akash, kau melibatkanku didalamnya dan menghancurkan cintaku! Mengapa kau melakukan ini?

Meethi : Cintamu? Aku tidak mengerti. Dengar, Mukku. .

Mukhta : Jgn panggil aku Mukku karena kau sudah kehilangan hakmu untuk selamanya. Panggilan itu hanya utk keluargaku, bukan kau. Aku mencintai Vishnu dan ia juga mencintaiku. Kami berdua saling mencintai & ingin menikah. Dan sebelum aku kembali kau sudah menikah dengannya?

Nenek buyut kemudian dtg utk menguping pembicaraan mereka.

Meethi : Kalian berdua saling mencintai?

Mukhta : Benar. Kami berdua saling mencintai.

Meethi : Tapi aku tidak tau

Mukhta : Apa gunanya berbohong skrg? Aku sudah menulis semuanya di surat itu. Aku memintamu utk mengatakan pada semua orang tentang dramamu.

Meethi : Mungkin ada kesalahpahaman.

Meethi kemudian menceritakan bagaimana kejadian setelah keluar dari kamar mandi & bertemu dengan nenek buyut, Meethi meyakinkan Mukhta kalau ia tidak menemukan surat apapun. Nenek buyut lalu buru-buru mengembalikan surat tersebut pada tempat semula. Mukhta menarik Meethi kembali ke kamarnya & mencari surat tersebut.

Mukhta : Kau tidak menemukannya bukan? Lalu ini apa? Skrg siapa yg berbohong? Kau bahkan tidak memikirkan Akash, Vishnu maupun diriku setelah mengetahui yg sebenarnya.

Meethi kemudian membaca surat tersebut.

Mukhta : Mengapa kau berpura-pura baru membacanya sekarang?

Meethi : Entah kau percaya atau tidak tapi aku benar-benar tidak tau apapun. Aku hanya bisa meminta maaf padamu.

Mukhta : Utk apa minta maaf skrg? Kau egois Meethi. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Kau telah menghancurkan kehidupan 3 orang. Aku, Vishnu dan Akash!
Ekadashi menghampiri Akash yang tengah duduk termenung di terminal bis.

Akash : Ibu. .

Akash menatap ibunya dengan wajah mengiba. Ekadashi kemudian duduk disamping Akash dan menghapus airmatanya.

Akash : Ibu. .

Ekadashi : Tidak perlu mengatakan apapun karena ibu tau segalanya. Kau benar-benar tersakiti setelah ia pergi bersama orang lain. ia tidak peduli padamu. Hanya ibu yang peduli padamu. Inilah mengapa ibu menyuruhmu kembali tapi kau sibuk memikirkan mana yang benar mana yang salah.

Ekadashi : Kau ingin menebus kesalahanmu? Sudah selesai sekarang? Apa hasilnya? Tidak ada. Mana mungkin Meethi, keluarganya dan Ichcha bisa memahami cinta sejati? Ibu tau kebenarannya. Biarkan dunia mau bicara apa. ia adalah orang yang melenyapkan ayahmu. Lalu ia menjadi ibu angkatnya Kanha untuk menguasai seluruh harta warisan ayahmu. Orang-Orang kota sangat jahat. Biarkan saja. Ayo kita kembali ke Aatishgarh. Ayo.

Ekadashi berdiri didepan Akash, Akash memeluk ibunya dan menangis seperti anak kecil.

Ekadashi : Jangan menangis. Ibu yang telah mengandungmu selama 9 bulan. Bisakah kau menyembunyikan kepedihan dariku? Apa artinya cinta dari wanita itu dibandingkan kasih sayang seorang ibu? Berhenti menangis dan lupakan dia.

Tapasya mengunjungi Mr. rathore di penjara.

Tapasya : Aku sudah bicara pada pengacara. ia bilang kau bisa dibebaskan hari ini. Aku sudah menghubungimu berkali-kali tapi. .

Mr. rathore : Aku sekarang sedang ditahan karena itu aku tidak diijinkan memegang ponselku. Aku ingin bicara padamu.

Tapasya : Kau pasti tidak bisa tidur ditempat seperti ini.

Mr. rathore : Setidaknya ini lebih baik. Lupakan saja, katakan padaku bagaimana upacara pernikahan putrimu?

Tapasya : Ada sedikit halangan , Ibunya Akash bersikeras tidak mau pergi dan membuat sebuah drama tapi pernikahannya tetap berlangsung dan ritualnya berjalan lancar.

Mr. rathore : Bagaimana penampilan Mukhta? ia bahagia kan? Dan Vishnu?

Tapasya : ia terlihat sangat cantik. Aku tidak sempat bicara dengannya karena sibuk menyiapkan vidal. Aku datang kemari pagi-pagi setelah mengerjakannya dan sekarang semua orang sedang sibuk mempersiapkan ritual pag phera. Meethi & Vishnu bisa datang kapanpun

Mr. rathore : Maksudmu Mukhta & Vishnu?

Tapasya : Meethi & Vishnu.

Mr. rathore : Vishnu menikahi Meethi?

Tapasya : Tentu saja. Hanya mereka yang akan menikah.

Mr. rathore : Bagaimana bisa? Tidak adakah yang mengatakan sesuatu padamu?

Tapasya : Apa maksudmu?

Mr. rathore : Vishnu mencintai Mukhta! Bukan Meethi!

Tapasya : Tapi kenapa kau menyembunyikannya dariku?

Mr. rathore : Aku sendiri baru tau kemarin! ia menyembunyikan kebenarannya dari kita. Mukhta mencintai Vishnu begitupula sebaliknya. Meethi masih mencintai Akash. Itu semua hanya drama untuk mengusir Akash. Vishnu mungkin setuju untuk terlibat dalam drama ini dan mengikuti semua yang dikatakan Meethi. Tidak ada yang mengatakan apapun pada kita. Kebenaran ini baru terbongkar kemarin.

Tapasya kemudian mengingat saat Mukhta menarik tangan Meethi dengan tatapan kebencian.

Tapasya : Mukhta tidak keluar dari kamarnya sejak kemarin.

Mr. rathore : Seharusnya ini tidak terjadi. Lakukan sesuatu!Aku terjebak disini. Bicaralah pada Mukhta. Aku tidak ingin apa yang terjadi pada Ichcha. . Tapasya langsung menutup mulut Mr. rathore dengan tangannya.

Tapasya : Kumohon, itu tidak boleh terjadi!Aku harus bicara padanya, jaga dirimu baik2.

Sesampainya di rumah, Tapasya langsung masuk ke kamar Mukhta. Tapasya melihat Mukhta sedang berdiri didekat jendela. Tapasya terdiam sejenak mengingat kata-kata Mr. rathore bahwa Vishnu dan Mukhta saling mencintai. Tapasya lalu menyentuh dada sebelah kirinya mengenang kejadian saat Damini memberikan gaun pengantin bekas Ichcha padanya.

Tapasya : Mukhta. . Ibu dan anak ini berpelukan sambil menangis.

Tapasya : Ibu sudah tau semuanya dari ayahmu. Ibu mengerti apa yang sedang kau rasakan. Seumur hidup ibu lari dari rasa sakit itu tapi hari ini terjadi juga. Ibu tidak tau kalau takdir putriku sama seperti ibunya. Apa kau baik-baik saja? Katakan sesuatu, apa kau baik-baik saja? Katakan sesuatu, jangan diam saja atau rasanya akan semakin menyakitkan. Ibu sudah melakukan banyak kesalahan didalam hidupku. Ibu tidak mau kau mengulangi hal yang sama dalam hidupmu. Ini sudah tertulis dalam takdir, tidak ada yang bisa merubahnya. Itu adalah takdir Meethi.

Mukhta : Itu bukan takdir Meethi. ia hanya keras kepala. Aku mencintai Vishnu begitupula sebaliknya dan Meethi telah merenggutnya dariku!! Tapasya : Bukan seperti itu Mukhta.

Mukhta : Apa ibu mengatakannya hanya untuk menghiburku?

Tapasya : Tidak. Kau adalah putriku. Ibu mengerti kepedihanmu.

Tapasya kembali memeluk Mukhta sambil menangis sedangkan Mukhta tidak menunjukkan ekspresi apapun diwajahnya.

Mukhta : Itu bukan takdir Meethi. ia hanya keras kepala. Aku mencintai Vishnu begitupula sebaliknya dan Meethi telah merenggutnya dariku!! Tapasya : Bukan seperti itu Mukhta.

Mukhta : Apa ibu mengatakannya hanya untuk menghiburku?

Tapasya : Tidak. Kau adalah putriku. Ibu mengerti kepedihanmu.

Tapasya kembali memeluk Mukhta sambil menangis sedangkan Mukhta tidak menunjukkan ekspresi apapun diwajahnya.

Nenek : Tapasya, tolong buat ia mengerti. ia tidak makan apa-apa sejak pagi.

Tapasya : boneka ku akan makan dari tangan ibunya hari ini. Apa kau tidak mau mendengarkan ibu?

Mukhta : Selama ini aku selalu mendengarkan ibu. Aku bahkan membantu seseorang yang merebut segalanya dariku(menatap kearah Meethi)

Tapasya : Jangan bicara seperti itu.

Mukhta : Sampai kapan aku harus memikirkan perasaan orang lain? Sekarang aku hanya ingin memikirkan diriku sendiri, lalu mengapa semua orang merasa terusik? Maafkan aku, aku tidak ingin berada didekat siapapun sekarang, terutama orang yang aku benci (menatap kearah Meethi)  baca selanjutnya Sinopsis Uttaran Antv Episode 307

Leave a Reply