Cerita Kematian Iccha Part 1 – Sinopsis Uttaran

Cerita kematian Iccha Part 1 - Sinopsis Uttaran

Kisah di Mulai ketika : Meethi terlihat senang dan bersiap untuk pergi dengan Akash. Namun Akash mengatakan bahwa dia tak mau menanggung resiko jika telepon tak bisa digunakan. kemudian Meethi mungkin akan membuangnya juga seperti peralatan lain.

Meethi berjanji padanya bahwa dia tak akan melakukan hal seperti itu. Akash masih beralasan bahwa tempat yang mereka tuju jauh dari sini dan mereka berdua tak dapat kembali bersama tepat waktu, mereka akan kembali di malam hari. Tempat itu merupakan desa kecil dimana wanita tak keluar di malam hari dan tentu saja Maiyya tak akan menyukainya. Meethi duduk kecewa.

Dia berusaha memberikan alasan bahwa dia harus menempuh perjalanan sekitar 10km dan berjalan sejauh 10km. Jika Meethi pergi dengannya mereka tiba di malam hari dan disana malam sangat mengerikan. Dia kemudian meminta Meethi menyampaikan pesannya untuk semua orang.

Meethi dengan gembira memberitahu Akash untuk menyampaikan pesannya ke semua orang di rumah. “Katakan pada mereka bahwa dia sangat bahagia dengan Wisnunya tapi jangan beritahu dia tentang bagaimana dia membuang peralatan di pagi hari atau hal lain mereka akan marah dengannya. Katakan Anni bahwa putrinya sangat senang dan akan segera kembali. Kanha bhaiya pasti menjaga setiap orang dan terutama bhabhi nya. Bade papa pasti menjaga kesehatannya dan memberikan obat tepat waktu. Dan beritahu Ma bahwa putrinya akan kembali segera dan menghabiskan sepanjang hari dengan mereka”. Keduanya tersenyum.

Perawat meminta si wanita untuk memberikan nama pasien. Si wanita sekali lagi mengatakan dia tak tahu siapa wanita itu. Perawat mengangguk dan meminta si wanita menunggu di luar.

Saat si wanita hendak beranjak pergi, Iccha memegang tangannya dan mencoba menulis seusatu. Si wanita menyampaikan kepada dokter namun dokter tak mempedulikan dan memintanya bekerja sama dengan menunggu di luar. Wanita itu pergi dengan bertanya-tanya apa yang ingin disampaikan wanita itu (Iccha)

Dia melihat keluarga Thakur diluar dan berterima kasih kepada mereka karena membantu di saat yang tepat. Dia juga memberitahu tentang Iccha yang mencoba menulis sesuatu. Semua meyakinkan wanita itu bahwa dia (Iccha) akan baik-baik saja. Veer juga meyakinkan bahwa polisi akan segera menemukan darimana asalnya (identitasnya).

Damini mengatakan bahwa manusia menolong sesama. Dia memberitahu Jogi bahwa itu permainan takdir yang membuat gadis itu (Iccha) menyelamatkan anaknya. Dan ini menjadi tugas si wanita (yang membawa Icha) untuk menemukan keluarga gadis itu (Iccha).

Rathore datang entah darimana dan dokter Murthy memberitahu tentang donor. Rathore membalas bahwa dia tengah mencari dan menyebarkannya kemana-mana. Itu membutuhkan beberapa waktu.
Dokter Murthy membenamkan kepalanya. Rathore mencarinya dan memberitahunya untuk tak melakukannya. Tidakkah mereka memiliki banyak waktu? Dia menjawab bahwa dia akan mencoba hingga akhir namun mereka tak punya banyak waktu.

Semua orang sedih mendengarnya.

Rathore menuju ke sudut dan teleponnya berbunyi. Dia meminta kabar baik.

Orang yang meneleponnya mengatakan bahwa mereka menemukan pendonor namun darah orang tersebut tak cocok. Rathore menjadi sedih, mencoba menguasai dirinya dan meminta orang tersebut untuk tetap mencoba.

Dia duduk kembali dengan sedih dan memegang wajahnya dengan tangannya. Music sedih mengalun saat dia mencoba menahan air matanya. Dia bicara dengan suara yang keras…”Aku tak akan melepaskanmu…aku tak akan!”

Dokter Murthy masuk ke ruang perawatan mangatakan pada dokter Malhotra untuk mencek Tapasya mereka harus melakukan operasi secepat mungkin atau mereka akan kehilangan dia.

Dia mengatakan bahwa dia tahu ini kasus yang sulit namun kini dia ada disini mereka juga punya harapan untuk menyelamatkannya. Mungkin keajaiban terjadi dan seseorang menyumbangkan jantungnya untuk dia. Iccha mendengarkan pembicaraan mereka dan berkata  Tapasya (dengan masker dimulut dan suara sangat lemah).

Rathore berdiri di depan patung dewa Ganesha. Dia menatapnya untuk beberapa menit kemudia berbalik untuk pergi namun berhenti tepat di sana.

Dia ingat yang dokter katakan dan apa yang dikatakan si penelepon. Dia menyatukan tangannya dan kemudian menurunkannya. Dia merasa sedih “Kau telah membawa pergi segalanya dan semua orang yang kucintai dan mencintaiku dalam hidupku. Kau merasa senang melakukannya. Kau yang menginginkannya kan? Tetapi aku tak akan menyerah. Ini duniamu, yang miskin akan menjadi lebih miskin dan yang kaya terus mengatur dan menyiksa orang lain. Inilah keadilanmu! Begini caramu memberikan keadilan kepada orang-orang…kau membuat  Tapasya  tertembak? Mengapa bukan aku atau Tej Singh? Aku adalah musuhmu sehingga harusnya kau hanya membawaku. Dia sedang berusaha memperbaiki kesalahannya di masa lalu. Apakah ini masuk akal? Dia adalah putri, teman dan ibu…bagaimana kau bisa merenggut kebahagiaan dari keluarganya seperti ini. jangan mencelakai orang lain. Apa yang kau inginkan?” dia kemudian menyatukan tangannya dan menurunkan kepalanya, sambil menangis dia mengatakan “Lihatlah! Aku telah kehilangan hari ini! aku menyerah! Kau hanya menginginkan ini kan?…ini Raghuvendra Pratap Rathore datang dan memohon padamu. Jangan mengambilnya dariku…jangan membawa pergi semuanya dariku”. Dia menangis hatinya terluka.

Tapasya menunjukkan berusaha untuk bertahan dan Iccha bernafas dengan berat. Iccha mengambil nama Tapasya.

Dokter Murthy ditanya oleh dokter Malhotra mengenai Iccha. “Korban kecelakaan?” Dia membalas bahwa dia mengalami pendarahan terus menerus dan kesempatan untuk bertahan hidup sangat rendah.

Dokter Murthy menyadari bahwa dia (Iccha) ingin mengatakan sesuatu. Dia memberitahu padanya bahwa dia bisa membca bibir. Iccha mengatakan…Donorkan jantung dan dokter mengulangi kata-katanya.

Dokter Murthy bertanya padanya apakah yang dia dengar benar. Dia juga memberitahu semua dokter namun kemudian dia meminta Iccha untuk tak menyerah dulu. Mereka akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkannya. Monitor tiba-tiba berbunyi dan dia mengalami kesulitan bernafas.

Dokter berteriak bahwa dia kejang dan meminta suster untuk mendapatkan tanda tangan atau cap jempolnya segera mungkin untuk mencegah hal yang tak diinginkan terjadi padanya. Perawat memberi pulpen pada Iccha namun dia tak sanggup memegangnya , sehingga dia mengambil cap jempolnya dan menempelkannya di kertas.

 Tapasya  sangat menderita. Perawat dengan tergesa memberitahu dokter tentang kondisinya. Dokter bernjak pergi dan memberitahu perawat untuk menyiapkan obat untuk Iccha.

Dia kemudian pergi mendatangi  Tapasya dan memberinya kejut listrik untuk memanggilnya kembali. Iccha berusaha keras untuk bernafas.

 Tapasya dan Iccha terlibat pembicaraan telepati yang menyentuh. Ketika dokter msih berusaha mestabilkan  Tapasya .

Tapasya  : Iccha, aku tak merasa aku dapat hidup sekarang.
Iccha :Tidak, kau harus hidup Tappu. Kau tak bisa menyerah sekarang…kau harus kuat.

 Tapasya  : Aku pikir persahabatan kita berakhir sekarang. Aku prig. Aku tak dapat mendengar denyut jantungku sekarang.

 Tapasya : Tapi aku bisa mendengarnya  Tapasya,  Kau akan hidup. Persahabatan kita tak lemah. Aku dapat mendengar denyut jantungmu  Tapasya.

 Tapasya memanggil Iccha dan menghilang ketika dokter terlihat memiliki harapan.
Episode berakhir dengan gambar kedua sahabat pada layar.

Leave a Reply