Agen SBOBET

Sinopsis Uttaran Antv Episode 309

In Uttaran

Sinopsis Uttaran Antv Episode 309

Damini : Lupakanlah tentang masa lalu. tak perlu dibicarakan lagi. Kalian berdua adalah kakek & neneknya Meethi.

Umed : Maaf karena kami tdk bisa dtg di upacara pernikahan kalian. Setelah kematian Ichcha, tdk ada lagi kebahagiaan di rumah kami.

Gunvanti : Aku melihat Veer hancur, ia terus menerus menyalahkanku atas semua kesalahanku. Cucuku sedang berada didalam penjara dan putraku(Veer) menetap diluar negeri sekarang. Veer bilang ia tak sanggup tinggal di rumah keluarga Bundela tanpa Ichcha.

Umed : Kami membawa cinderamata untuk pasangan pengantin baru ini.

Gunvanti kemudian memberikan kunci rumah keluarga Bundela pada Meethi & Vishnu.

Gunvanti : Mulai sekarang rumah keluarga Bundela adalah milik kalian.

Vishnu : Terimakasih banyak atas hadiahnya. Aku memahami dan menghargai perasaan kalian. Kalian bisa memberikannya pada cucu kalian tapi bagaimana bisa aku menerimanya? Aku ingin membangun rumahku sendiri dengan kerja keras. Percayalah padaku, cucumu tak akan kekurangan apapun.

Umed : Tapi ini bukan pemberian melainkan warisan turun temurun. Siapa lagi yang kami punya? Vansh sudah tiada, Veer sudah pergi dan tdk tau berapa lama lagi Yuvi keluar dari penjara. Ayahku selalu berkata kalau rumah itu tdk boleh kosong. Setiap harinya harus ada ritual pooja pagi & malam. Katakan padaku, kepada siapa lagi kami bisa menyerahkan warisan turun temurun ini? Kami hanya ingin kau dan Meethi tinggal di rumah yang pernah ditempati oleh Veer & Ichcha. Setelah itu baru kami akan pergi.

Meethi : Kakek dan nenek mau pergi kemana?

Gunvanti : Kalau bukan sekarang, maka kami akan menyesal. Kami akan tinggal di rumah leluhur kami setelah melakukan ziarah. Banyak orangtua seusia kami yang tinggal disana. Bagaimanapun juga kami harus tinggal disana hingga tutup usia. 1 lagi. Meethi, kau dan kakakmu Yuvi mempunyai hak yang sama atas rumah itu.

Meethi : Jika ibuku masih hidup sekarang, ia pasti akan merawat rumah itu, aku berjanji, aku akan merawat rumah itu dengan cara yang sama. Ini janjiku pada kalian berdua.

Tuan Takhur memberi kabar kepada seluruh anggota keluarganya kalau Mr. rathore akan segera dibebaskan karena jasad Nirbhay tak bisa ditemukan, dan lagi pihak Chatterjee hanya punya 1 saksi mata, yaitu Shambhu. Polisi akan segera membebaskan Mr. rathore hari ini juga jika jasad Nirbhay belum bisa ditemukan. Mendengar berita menggembirakan itu, Tapasya langsung memanggil Mukhta.

Tapasya : Mukhta, ayahmu akan segera dibebaskan!

Mukhta tersenyum dan memeluk ibunya.

Sementara itu, Vishnu dan Meethi sudah mengemasi barang2nya untuk pindah ke rumah keluarga Bundela.

Mukhta : Kakek, apa aku boleh menemui ayahku?

Tuan Takhur : Tentu saja. Tapi setelah kau mengucapkan salam perpisahan pada Meethi & Vishnu.

Mukhta : Kita bisa melakukannya sekarang juga.

Mukhta berjalan sambil tersenyum kepada Meethi & Vishnu. Tapasya memperhatikannya dengan perasaan cemas. Mukhta kemudian memeluk Meethi dan membisikkan sesuatu.

Mukhta : Semoga kau selalu hidup dalam kesedihan. Orang yang sudah menyakiti perasaan orang lain tak akan pernah merasa bahagia.

Meethi shock mendengarnya. Mukhta kemudian melihat kearah Vishnu dan menangkupkan kedua telapak tangannya.

Setelah Mukhta pergi untuk menemui Mr. rathore, Meethi kembali membulatkan tekadnya untuk mengatakan yang sebenarnya pada Damini.

Meethi : Aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian semua. Seharusnya aku sudah mengatakan ini sejak awal tapi aku tdk akan diam lagi.

Tapasya : Kita bisa bicarakan ini nanti. Pergilah ke rumah ayahmu skrg atau kau akan terlambat.

Meethi : Jgn hentikan aku hari ini. Aku harus mengatakannya pada semua orang. Kau harus menguatkan hatimu nek. Nenek, aku & Vishnu, kami berdua. .

Telfon rumah kemudian berdering, Damini yang mengangkatnya, ia terdiam sesaat dan menyalakan pengeras suara.

Ekadashi : Kenapa kau diam, pelayan Takhur? Dengarkan aku baik2, kebahagiaan tdk akan pernah kembali ke rumah kalian. Cucumu sudah menghancurkan hidup putraku. Aku tdk tau dimana putraku sekarang, ia tdk pulang ke rumah. Dan sekarang keluargamu sudah menghancurkan kehidupan 2 orang putra kami. Aku menelfonmu untuk memberitahu bahwa Rathore akan mendapat hukuman mati. Jika sesuatu terjadi pada Akash, maka aku tdk akan melepaskan Meethi.

Damini : Cukup!Skrg dengarkan aku baik2, kau & putramu adalah seorang pembohong!Aku tau benar kalau Rathore tdk melenyapkan Nirbhay, justru ia telah menyelamatkan hidup Surbhi!Kau bisa membawa banyak saksi mata palsu tapi pada akhirnya kebenaran akan menang!Rathore akan menang!Dan mengenai Meethi ku, biar aku katakan 1 hal padamu, Meethi mendapatkan kebahagiaannya kembali setelah putramu pergi!Putramu merasa malu atas perbuatannya karena itu ia tak mau pulang. Tapi aku akan mendoakannya, dimanapun ia berada semoga ia baik-baik saja.

Baca Juga  Sinopsis Uttaran Senin 13 Juni 2016 - Episode 292-293

Ekadashi : Dengarkan aku dulu

Damini : Aku belum selesai bicara!Dengarkan aku baik2, mulai saat ini dan seterusnya Meethi ku tdk punya hubungan apa-apa dengan keluargamu!Dia sudah menikah dengan Vishnu dan merasa bahagia dengan hubungan barunya!Ini adalah hubungan suci yang tdk bisa dirusak dengan apapun!Kau dengar?

Tuan Takhur langsung mematikan telfonnya. Damini kemudian dibawa kedalam kamar.

Damini : Meethi, beritahu nenek apa yang ingin kau katakan.

Mukhta sedang mengunjungi Mr. rathore di kantor polisi.

Mr. rathore : Semua ini karena dewa mu. Permainan takdir dari kedua sisi. Permainannya, peraturannya, dan ia yang akan memenangkannya.

Mukhta : Jangan seperti itu.

Mr. rathore : Baiklah, jika kau tak menyukainya, ayah tak akan membicarakannya lagi dihadapanmu mulai sekarang. Ayah bisa melakukan apapun demi senyumanmu. Ayah akan melakukan apa saja untuk mengembalikan senyummu.

Mukhta : Apa yang terjadi, sudah terjadi. tak ada yang bisa dilakukan lagi sekarang.

Mr. rathore : Kita adalah keluarga Rathore, bukan seperti ini cara kita bicara. Tunggu sampai ayah keluar dari sini, ayah akan mengatur semuanya.

Mukhta : tak ada yang bisa dilakukan lagi karena Meethi & Vishnu sudah pergi ke rumah Bundela hari ini.

Mr. rathore : Hubungan bisa putus tapi perasaan cinta akan tetap ada. Dan beberapa hubungan ditandai dengan tanda nama tapi tanpa perasaan apapun. Hubungan yang sebenarnya didasari oleh perasaan, bukan tanda nama(surat nikah, mangalsutra, dll). Mereka sudah menikah tetapi tak ada cinta diantara mereka.

Mukhta memeluk Mr. rathore.

Mr. rathore : Semuanya akan baik-baik saja. Ayah akan mengatur semuanya setelah keluar dari sini.

Meethi : Aku masih boleh dtg ke rumah ini utk menemui nenek kan?

Meethi kembali mengurungkan niatnya

Meethi & Vishnu tiba di rumah Bundela. Paman Kasa kemudian menghampiri mereka.

Paman Kasha : Aku merasa seperti mendengar suara Ichcha lagi, kau benar-benar mirip dengan ibumu.

Meethi : Aku tak akan pernah bisa menjadi seperti ibuku.

Paman Kasa kemudian mengambil puja thaali untuk menyambut kedatangan Meethi & Vishnu.

Paman Kasa : Ini adalah langkah pertama kalian masuk ke rumah ini, hanya aku satu-satu orang yang ada disini untuk menyambut kedatangan kalian. Rumah ini adalah warisan kakeknya Veer dan sekarang sudah diserahkan pada kalian berdua. Aku akan membawakan koper kalian.

Vishnu : Aku sudah menganggapmu seperti pamanku sendiri, aku tak akan membiarkanmu melakukan pekerjaan ini.

Paman Kasa : Aku sudah menyiapkan kamar milik orangtua Meethi untuk kalian tempati. Aku mau pergi dulu, kalian masuklah.

Demi menghalangi pembebasan Mr. rathore, Agarth dan Ekadashi membayar seseorang untuk mencari mayat orang lain yang tinggi dan ciri-ciri fisiknya mirip dengan Nirbhay. Setelah mendapatkannya, Ekadashi memaksa Kajri untuk mengenali mayat tersebut sebagai suaminya (Nirbhay).

Ekadashi : Kau hanya perlu mengenali jasad suamimu!

Kajri : Aku tak bisa melakukannya.

Ekadashi : Kuatkan dirimu! Lihat luka2nya, lukanya sama bukan(dengan luka ditubuh Nirbhay saat masih hidup)?

Agarth : Perhatikan luka/tanda ditubuhnya baik2.

Kajri : Aku tak bisa melakukannya.

Ekadashi : Kau harus kuat karena ini sangat penting. Kendi abu jenazah suamimu masih kosong.

Ekadashi memaksa Kajri untuk melihatnya.

Kajri : Iya, iya, itu dia!

Agarth : Pak inspektur, dengar apa yang ia katakan?

Kajri : Tapi suamiku tak punya luka lain ditubuhnya. Ini mungkin jasad orang lain.

Ekadashi lalu membuka kain penutup jenazah tersebut membuat Kajri terkejut.

Ekadashi : Lihat apa yang telah dilakukan Rathore! Apa Nirbhay punya luka sebanyak ini sebelumnya?

Ekadashi akhirnya berhasil meyakinkan Kajri untuk memberi kesaksian kalau itu adalah Nirbhay. Kajri menangis sambil memeluk Ekadashi.

Ekadashi kemudian bicara dalam hati, “Pelayan Takhur itu berteriak mengatakan bahwa Rathore akan dibebaskan, sekarang tunggu dan lihat saja bagaimana cahaya kebahagiaan keluarga Ichcha meredup karena ini!”  Baca Selanjutnya Sinopsis Uttaran Antv Episode 310

Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 4
Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 4
Sinopsis Uttaran Terakhir di Antv Minggu 18
Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 3
Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 3
Sinopsis Uttaran Terakhir di Antv Minggu 18
Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 2
Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 2
Sinopsis Uttaran Terakhir di Antv Minggu 18
Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 1
Sinopsis Uttaran Terakhir Di Antv Minggu 18 September Part 1
Sinopsis Uttaran Terakhir di Antv Minggu 18
Must read×

Top